Merayakan ulang tahun dengan mengadakan lomba mancing adalah hal yang biasa dilakukan oleh pemancing. Hal ini sering dipakai sebagai ajang silahturahmi para pemancing. Walau beda domisili, profesi dan latar belakang, semua disatukan dalam mancing. Berikut laporannya.  Kali ini yang mengadakan adalah Ibu Magic. Ibu Magic adalah nama yang sering dipakai dalam pemancingan, kalau nama aslinya adalah Ibu Resi. Pemancing satu ini sudah lama malang melintang di dunia galatama professional Indonesia. Lomba mancing ini benar-benar eksekutif, peserta yang ikut serta dibatasi hanya 40 lapak saja. Namun yang ikut serta hadir hanya 38 peserta. Padahal sebelum hari pelaksanaan, lapak penuh. 2 lapak tiba-tiba mengundurkan diri pada saat beberapa jam sebelum lomba. Padahal jika-jauh-jauh hari mengabari tidak bisa ikut, panitia masih bisa mencari peserta, karena peserta yang ikut lomba tergolong tinggi. Lomba yang diadakan pada 26 November 2017 ini, dibanderol tiket yang tergolong tinggi, yakni Rp 19 juta lengkap. Tiket itu sudah termasuk tiket ekstra dan mendapat makanan prasmanan. Pemancing galatama profesional banyak ikut hadir, sebagian besar adalah pemancing yang berdomisili Surabaya, Jabodetabek, Bandung, Malang, Subang, Karawang, Purwakarta, dan Sumedang.  Pemancing asal Surabaya yang paling banyak perwakilannya, kemudian diikuti Jabotabek.

Ibu Magic saat diabadikan di kolam Telaga Joglo

Lomba dimulai dari pukul 12.00 WIB hingga 18.00 WIB. Lomba akbar ini memperebutkan total hadiah sebanyak 370 juta. Besarnya hadiah membuat banyak peserta yang ikut lebih dari 2 lapak. Ada pemancing yang memakai 3 lapak sekaligus, seperti tim Pancen 1,2 dan 3. Jumlah peserta dengan lapak lebih dari 1 tergolong banyak, mungkin dengan banyaknya lapak berharap juga semakin besar kemungkinan untuk juara. Namun semua ditentukan ketika lomba berakhir.

Kepada Fortuna panitia menuturkan bahwa lomba ini sudah disiapkan selama 2 bulan. Hanya saja selalu terulur karena bentrok dengan lomba-lomba lain. Menurut Djaenal, sekarang animo pemancing semakin bagus, semenjak adanya Telaga Joglo Cup 1, hariannya jadi bagus ”, begitu ujarnya.

Ibu Magic Cup II diadakan di Pemancingan Telaga Joglo

Untuk lomba kali ini pemancing dimanjakan dengan banyaknya ikan. “ikan di karantina kami, semua diturunkan, hal ini untuk kepuasan pemancing”, ujar Djaenal selaku panitia lomba. Ikan yang berada di kolam Telaga Joglo saat itu merupakan karantina dari Subang dan Mayang.  Untuk memaksimalkan nafsu makan ikan, kolam sengaja diliburkan selama 1 hari. Berdasarkan informasi yang didapat, ikan terberat yang diturunkan berukuran 14 Kg sebanyak 4 ekor ikan hitam, dan ikan merah 1 ekor.

Peserta terlihat bersemangat semenjak awal lomba. Banyak yang telah awal datang beserta kedi, mempersiapkan umpan. Lomba memang berlangsung sengit sejak awal. Peserta mengeluarkan segala kemampuan.

Ibu Magic Juara 1 mendapat trophy dari Pak H. Sarman

Segala sesuatu bisa terjadi dalam lomba mancing. Sesuatu yang tidak diduga bisa saja terjadi. Bukan cerita, tapi fakta. Semaksimal mungkin Para peserta harus berupaya, puas atau tidak itu adalah resiko, kalau sudah rezeki siapapun tidak boleh menggugat.

Ibu Magic

Pemancing yang bernama asli Resi ini, merayakan ulang tahunnya dengan berbagi kegembiraan dalam lomba mancing. Ketika ditanya arti nama Ibu Magic, ia menuturkan tidak ada arti khusus, hanya suka nama tersebut dan enak didengar. Ibu Resi sebenarnya merayakan ulang tahun pada bulan Oktober, dan karena pada bulan tersebut agak sibuk, dan ada juga yang merayakan ulang tahun sama dengan mengadakan lomba mancing, akhirnya lomba ibu Magic Cup I dilaksanakan pada November. Ibu Resi baru mengenal mancing 4 tahun, sedangkan suaminya sudah lama lebih dulu mengenal mancing. Pengenalan mancing diawali karena selalu menemani suami mancing, kemudian ditawari coba jajal menghajar ikan, dari situ akhirnya ketagihan. Mancing jadi seperti hobi, begitu ujarnya menjelaskan kenapa jadi suka dengan mancing. Ketika ditanya lebih spesifik mengenai apa faktor utama suka mancing, ia menjelaskan karena tarikannya. Lomba Ibu Magic Cup ini sudah kedua kali diadakan, sebelumnya pernah diadakan di Pemancingan PIK.

Waktu ditanya apakah akan dijadikan agenda rutin tiap tahun, dia agak berat menjawab panjang, dan hanya mengeluarkan kata ”may be” (mungkin). Namun ia menjelaskan lomba mancing ini sebagai ajang untuk terus mengikat tali silahturahmi antar pemancing, kekerabatan dan kekeluargaan, ”ya.. semua kan beda latar belakang dan kesibukan, dengan adanya lomba ini terus terjalin silahturahmi, kumpul, ketemu, ketawa Bersama, kekerabatan dan kekeluargaan”, penjelasannya. Dia juga tidak selalu mancing, karena kesibukkannya maka hanya lomba saja iya akan pergi mancing. Kalaupun tidak ada lomba, setiap sabtu minggu akan dijadikan waktu mancing bareng suami. Sebagai informasi, Ibu Resi ini selalu pergi mancing kemanapun suami mancing, jadi dimana ada suami pasti dia ada disana. Walau senang mancing, tapi tugas utamanya sebagai ibu ramah tangga tidak boleh terbengkalai.

Para Juara Ibu Magic Cup II

Ketika ditanya alasan ia memilih Pemancingan Telaga Joglo sebagai tempat pelaksanaan lomba mincing, menurutnya Telaga Joglo bagus, baik dari ikan (jumlah ikan banyak dan besar-besar), pelayanan dan tempatnya. Selain itu menurutnya pemilik Telaga joglo sangat baik. Solidaritasnya terhadap pemancing tinggi, begitu ujarnya.

Jalannya Lomba.

Lomba berlangsung lancar dan seru. Rasa kompetitif dan persaingan sangat kental terasa. Peserta tidak tanggung-tanggung dalam membuat umpan, tidak hanya 1 jenis umpan, tapi bisa mencapai 3 jenis. Hujan sempat turun pada 2 jam ketiga, namun tidak berlangsung lama. Berdasarkan pemantauan FORTUNA, banyak peserta yang mempunyai lapak lebih dari satu. Seperti ibu Magic memakai 2 lapak dan satu berhasil menjadi juara I, ini pun suatu kebetulan. Karena Ibu Magic sendiri agak ogah-ogahan mancing dari awal, ia baru masuk ke lapak pada dua jam kedua akhir. Dan pemilik pemancingan yakni Telaga Joglo.  Dia mengambil 3 lapak dengan nama Tim Pancen 1 dan 2 serta 3. Untungnya dua lapak masuk dalam nominasi juara dua dan tiga. Ada pemancing yang memakai 3 lapak namun tidak masuk sama sekali nominasi juara.

Adapun susunan pemenang  di Ibu Magic Cup adalah sebagai berikut.

  1. Ibu magic 2 lapak 33 berat ikan 11,4 Kg, hadiah 170 jt
  2. Pancen 2 Lapak 34 berat ikan 11,2 Kg, 80 jt
  3. Pancen 1 lapak 40 Berat ikan 10,9 Kg, 50 jt
  4. Pancasona Lapak 20 Berat ikan 10,9 Kg, 30jt
  5. Pig lapak 22 Berat ikan 10,85 Kg, 20 jt
  6. Total poin 7 kg terbanyak utara Pancasona lapak 20 sebanyak 11 ekor, 10 jt
  7. Total poin 7 kg terbanyak selatan Bulan Bintang lapak 27 sebanyak 5 ekor, 10 jt

FORTUNA****

Beberapa waktu lalu Pemancingan Telaga Telaga Tongyang yang berlokasi di Jl. Jembatan II Kalimalang (sampng PT Tong Yang), Bekasi Timur, mengadakan lomba eksekutif, dalam rangka mendukung lomba ibu magic cup II. Lomba eksekutif tersebut untuk 2 joran dengan tiket lengkap 12 juta. Lomba bergengsi tersebut dilaksanakan tepatnya pada hari Sabtu tanggal 25 November 2017 . Lomba galatama tersebut berlangsung dari pukul 16.00 WIB hingga 22.00 WIB.

Lomba yang bertaraf nasional ini diikuti oleh 40 peserta. Kepada FORTUNA, Muhammad Sabar selaku panitia menuturkan bahwa lomba ini ditargetkan diisi 46 lapak, namun pada beberapa waktu sebelum lomba banyak yang mengundurkan diri. Ia menambahkan bahwa sebagian besar peserta berasal dari Bekasi, sisanya berasal dari Surabaya, Bandung, Purwakarta, Subang, Sumedang, dan Jakarta.

Lapak diisi para pemancing galatama profesional

Lomba ini terselenggara atas kerjasama dengan Qiu-Qiu dan ibu Magic, begitu penuturan Pak Sabar. Lomba yang berlangsung selama 6 jam ini memakai sistem sah-sahan. Dimana ikan yang sah untuk menjadi induk terberat adalah ikan yang secara sempurna kail menancap di mulutnya.  Dan untuk mendukung system ini, kolam Telaga Tongyang mensiapkan pengawas di kolam sebanyak 16 orang. Dimana pengawas ini bertugas untuk menentukan ikan yang naik sah atau tidak.

Pelaksanaan sempat tertunda hingga 1 jam, hal ini disebabkan banyak pemancing yang masih terjebak kemacetan, dan ada yang mengundurkan diri. Awalnya, rencana lomba diadakan pukul 15.00 WIB. Panitia Telaga Tongyang dengan sigap langsung membuat rencana cadangan, agar lomba tetap berlangsung. Dan dengan peserta yang ada akhirnya terlaksana juga lomba eksekutif tersebut dengan baik dan lancar.

Sudah menjadi hal biasa jika ada lomba pendukung lomba utama, karena ini merupakan kerjasama antar pemancingan yang tidak tersurat. Solidaritas dan kerjasama antar pemancingan membuat saling mendukung dalam lomba. Jika di pemancingan A mengadakan lomba, pemancingan B, C, D dan lain-lain, diusahakan ikut serta. Begitu juga ketika pemancingan lain mengadakan lomba, akan ada perwakilan dari pemancingan.

Manajemen baru, Tampilan Telaga Tongyang lebih fresh dan nyaman

Lomba eksekutif 2 joran ini berlangsung dengan baik. Sebagai bentuk usaha untuk menarik minat pemancing, maka Pemancingan Telaga Tongyang melakukan penambahan ikan hingga 300 ekor induk babon berukuran 7 kg keatas, paling besar saat ini di Telaga Tongyang ukuran 12 kg.

Sebelumnya pemancingan ini masih menerapkan sistem galatama pada umumnya, namun semenjak dipegang oleh pemancing galatama profesional, pemancingan ini sekarang memakai sistem sah-sahan disetiap lombanya. Tidak hanya lomba harian, paket dan eksekutif juga telah memakai sistem yang diasuh dari Surabaya itu.

Khusus untuk lomba eksekutif itu, umpan yang diperbolehkan adalah pelet, sagu/ aci, mie + belut. Pemancingan ini dari segi penampilan, berubah agak menjadi lebih segar dan menarik. Cat biru yang dominan, membuat suasana pemancingan jadi terlihat bersih dan nyaman. Pemancingan ini telah di renovasi semenjak Sepetmber tahun lalu. Tidak hanya dari segi penampilan, pemancingan ini juga menambah fasilitas, berupa jaringan wifi khusus untuk para pemancing. Fasilitas ini semakin membuat Pemancingan  Telaga Tongyang tempat yang pas untuk mencari hiburan dan melepas penat.


Panitia Lomba Telaga Tongyang

Kepada FORTUNA, Pak Sabar menuturkan semenjak diberlakukan aturan sah-sahan, galatama harian jadi bagus, dalam artian jumlah pemancing meningkat tajam. Pemancing melihat aturan tersebut membuat kompetisi dan lomba menjadi lebih fair, sehinggga tidak takut ada istiliah dicurangi. Karena ikan yang menjadi juara harus benar-benar mendapat pengesahan dari pengawas supaya layak timbang. Jika ikan tersebut tidak sah, maka tidak ditimbang. Tentunya mempunyai efek terhadap kesehatan ikan, jika terlalu sering dipancing. Oleh sebab itu pemancingan ini selalu mengistirahatkan ikan induk yang berhasil dipancing kemudian diganti dengan induk persediaan. Pengawas ini tidak hanya ada pada lomba eksekutif, tapi sudah diterapkan juga untuk harian dan paket (semua lomba yang diadakan pemancingan  Telaga Tongyang). Aturan ini baru bulan Oktober mulai diberlakukan. Dan semenjak itu peningkatan animo mancing di Telaga Tongyang semakin bagus.


Menerapkan Sistem sah-sahan

Jalannya Lomba

Lomba berlangsung dramatis. Begitu hal yang bisa digambarkan kejadian lomba eksekutif 25 November itu. Sejak awal lomba, ikan induk yang naik hanya berkisar ukuran 8 kg yang terberat. Hal ini terus berlangsung hingga akhir 2 jam kedua. Panitia juga sering melakukan siaran untuk mengumumkan penimbangan yang begitu banyak. Ikan saat itu sangat bagus makannya, namun pemancing saling tumpang tindih untuk menduduki juara pertama. Kejutan terjadi ketika dua jam ketiga berjalan 30 menit, tiba-tiba Qiu-Qiu dari lapak 10 menaikkan ikan induk seberat 10,6 Kg. Uniknya tidak berlangsung lama, hanya beberapa menit saja, naik kembali ikan induk berukuran 10,4 Kg dari lapak 50.  Terlihat persaingan sengit terjadi pada menit-menit terakhir, perebutan posisi 3 dan 4. Persaingan terjadi dari lapak besar yang tidak jauh posisinya yakni lapak 45 dan 47. Keduanya sama-sama mendapat ikan induk 10,3 Kg, namun lapak 45 mempunyai waktu lebih cepat.

Ibu Magic

Berikut pemenangnya :

  1. Juara 1 Dimenangi QQ menempati lapak 10 dengan berat ikan 10,60 kg  hadiah  Rp 90.juta
  2. Juara 2 dimenangi oleh Telaga joglo lapak 50 dengan berat ikan 10,40 kg hadiah Rp 45 juta
  3. Juara 3 dimenangi Bulan Bintang, lapak 45 dengan berat ikan 10,30 kg hadiah Rp 20. Juta
  4. Juara 4 dimenangi Tim Ye Ye Ye lapak 47 dengan berat ikan 10, 30 kg.  hadiah Rp 15 juta
  5. Juara 5 dimenagi Bulan Bintang lapak 46 dengan berat  ikan 9, 05 kg  hadiah Rp 10 juta
  6. Juara 6 Guru Sibaso lapak 03 Dengan total 411, 75 kg hadiah Rp 7,5 juta
  7. Guru Sibaso lapak 03 dengan induk 7 up 11 ekor.  Hadiah Rp 7, 5 juta

FORTUNA****

Pemancingan BHS kembali menggelar lomba mancing galatama  eksekutif dengan total hadiah Rp 350 juta dan 2 cincin Emas 24 sebanyak 2 buah masing-masing dengan berat 10 gr. Lomba ini merupakan lomba rutin bulanan pemancingan BHS, yang diselenggarakan tanggal 27 Januari 2018 lalu. Lomba dimulai pukul 14.30 WIB dan berakhir pukul 20.30 WIB. Lomba dibanderol dengan tiket  Rp 10 juta, ditambah C hitam 4 x Rp 750.000, dan C merah Rp 4 x Rp 750.000 dan Super Mas Rp 1 juta, total harga tiket lengkap Rp 18 juta. Tiket ekstra tidak diwajibkan, tergantung keinginan peserta.

Lomba bergengsi itu, diikuti peserta mancing dari Jakarta, Bandung dan Jawa Barat, serta untuk lebih eksekutif, lapak yang disediakan hanya 50 lapak saja.  Lomba ini berlangsung meriah karena didukung oleh persediaan ikan induk yang banyak dan sehat dengan pola makan yang sangat baik pula. Walaupun saat itu cuaca kurang baik, dimana cuaca sangat panas, bahkan sinar matahari masih muncul sampai pukul 18.00 WIB yang membuat kurang nyaman pemancing.

 


BHS dengan jarak lempar 26 m dan panjang lapak 6 m

Dalam kondisi tersebut FORTUNA melakukan pengamatan, dengan mengambil jam sample (contoh) pukul 17.00 WIB sampai pukul 18.00 WIB. Ikan induk yang berhasil naik dan ditimbang sebanyak 54 ekor. Dengan susunan timbangan sebagai berikut : 665, 625, 530, 715, 650, 695, 700, 555, 850, 785, 620, 685, 700, 940, 740, 535, 665, 695, 560, 675, 955, 560, 675, 955, 560, 845, 775, 600, 660, 765, 715, 690, 910, 670, 895, 630, 685, 710, 690, 700, 11,00, 10,20, 755, 680, 690, 555, 690, 680, 690, 900, 720, 745, 595, 875, Hasilnya, jumlah 54 ekor.

Pemancingan ditata dengan sangat baik dan modern, fasilitas mumpuni

Dan total induk terbanyak di Utara dan Selatan sama-sama 78 ekor saat lomba berakhir. Hal ini menjadi gambaran sebuah pemancingan yang pola makan ikanya bagus serta menjadi idaman semua pemancing.

Susunan Pemenang

  1. Juara ikan terberat  1 dimenangi oleh QQ menempati lapak 39 dengan berat ikan 11,3 kg. Mendapat hadiah Rp 160 juta dan sebuah cincin emas 24 karat seberat 10 gr berlogo 
  2. Juara ikan teberat ke-2 dimenangi Tim Salju yang menempati lapak 03 dengan berat ikan 11 kg. Mendapat hadiah Rp 80 juta ditambah 1 buah cincin emas  24 karat seberat 10 gr berlogo BHS.
  3. Juara ikan terberat ke-3 dimenangi oleh Telaga Joglo menempati lapak 38 dengan berat ikan 10,90 kg. Mendapat hadiah Rp 40 juta.
  4. Juara ikan terberat ke-4 dimenangi oleh Kakang Prabu menempati lapak 44 dengan berat ikan 10,30 kg. Mendapat hadiah Rp 25 juta.
  5. Juara ikan terberat ke-5 dimenangi oleh Salju menempati lapak 3 degan berat ikan 10,20 kg. Mendapat hadiah Rp 17.500.000,-
  6. Juara induk 7 up dimenangi oleh Bangkit Bandung menempati lapak 34 dengan total 9 ek0r. Mendapat hadiah Rp 17.500.000,-
  7. Juara Total Utara dimenangi oleh Akang Sunda dari lapak 26 total 78 ekor mendapat hadiah Rp 5 juta.
  8. Juara Total untuk selatan diraih oleh Yusran dari lapak 5 dengan total 78 ekor hadiah Rp 5 juta.

Pengontrolan Jumlah Dan Bobot Ikan Di Kolam

Menurut pemiliknya Bapak Hardi, memang setiap mau lomba besar di BHS, perhatian besar memang betul-betul dicurahkan agar pemancing puas. Karyawan lembur sampai malam, mengurus semua fasilitas kolam. Ikan induk yang dimasukkan ke kolampun tidak hanya satu-satu. Misalnya 12 kg dimasukkan 12 ekor.  Demikian juga ikan-ikan induk yang lain untuk 11 kg dimasukkan 24 ekor dan dalam pelaksanaan lomba besar minimal induk 7 up ditambah minimal 300 ekor. Pola pemasukan ikan ke kolampun tidak didasarkan pada total  timbangan ikan,   tapi jumlah ekor ikan yang disesuaikan dengan kebutuhan kolam.  Ikan ini akan diambil  dari cadangan yang ada di  kolam penampunan maupun dari kolam pembesaran.

Pemancingan BHS terlihat segar dan nyaman

Ikan di kolam pun rutin selalu dikontrol jumlah dan bobotnya. Agar tidak terjebak dengan catatan ikan yang sudah dimasukkan ke kolam sekian ton. Padahal tanpa disadari, kata dia, ikan yang dimasukkan ke kolam selalu mengalami penyusutan.

Misalnya ikan yang dimasukkan ke kolam 12 kg, tapi ketika lomba berlangsung ikan tersebut ketika naik dan ditimbang hanya berbobot 11,5 Kg dan ada yang 11 kg. Artinya terjadi penyusutan yang selama ini lolos dari pengamatan para pemilik kolam.

Dari pengamatan di kolam BHS selama ini kata dia, diperkirakan terjadi penyusutan bobot ikan sekitar 3 % per bulan atau sekitar 36 % per tahun. Artinya apabila pemancingan telah memasukkan ikan ke kolam dengan nilai Rp 1 M, maka modal ikan tersebut akan menguap sekitar 40 % atau Rp 400 juta. Dimana hal ini merupakan Silent Killer  (pembunuh senyap) yang selama ini tidak disadari oleh pemilik pemancingan.

Penanggulangannya

Untuk mengatasi penyusutan ikan ini, kata Hardi dia sangat ketat dan selalu mencatat ikan yang susut baik melalui timbangan yang berkurang dan juga ikan yang mati. Total yang susut harus diganti, dan ikan induk yang sudah terpancing dan sudah mengalamai penyusutan, harus diistirahatkan dan disehatkan kembali agar ikan pulih pada timbangan semula. Ikan diberi obat dan makanan vitamin agar sehat kembali. Hal ini dilakukan setiap 2 minggu sekali secara kontiniu.

Kincir dilapisi fiberglass agar umpan tidak tersangkut di kincir angin

Pemancingan BHS berlokasi di Blok Kalapa Dua Bendungan Desa Margamukti, Sumedang Utara. Pemancingan yang memiliki 86 lapak itu, saat ini menjadi salah satu pemancingan paling moderen dan paling baik, karena dilengkapi berbagai fasilitas yang belum dimiliki pemancingan lain seperti penginapan dan pelayanan restoran gratis bagi peserta mancing dari pagi sampai malam.

Pemancingan yang dibangun 5 tahun lalu itu, memiliki panjang 136 m dengan jumlah lapak sebanyak 86 lapak, setiap lapak memiliki jarak lempar 26 m. Panjang lapak dari belakang ke depan pemancing, 6 meter lebih, yang terdiri dari 4 m untuk lapak pemancing dan ruang tunggu pemancing 2 m lebih. Untuk lomba eksekutif, lapak hanya disiapkan untuk 50 lapak agar pemancing lebih leluasa dan nyaman dalam memancing.

Pemancingan dibangun dan dirancang oleh pemiliknya Bapak Hardi, dari pengalamannya mengikuti berbagai lomba mancing galatama di seluruh Indonesia.  Pemancingan ini juga memiliki kolam pemeliharaan dan pembesaran ikan dengan luas sekitar 1 ha. Untuk Bulan Februari 2018 akan diadakan lomba paket tanggal 24 Februari 2018 dengan hadiah yang sama. Pemancingan BHS saat ini masuk dalam kategori pengelolaan paling inovatif, dan untuk kolam mancing galatama di Indonesia saat ini belum ada, yang bisa menyaingi, karena mereka terus berbenah dan terus membangun fasilitas pemancingan serta menambah persediaan ikan.

Apabila sebulan kita tidak ke sana, maka selalu ada yang berubah dan ada pembangunan fasilitas baru. Saat ini areal parkir sudah di semen. Saluran air di keramik dan tampak bersih. Pemancingan dengan panjang 136 m itu, kini tampak semakin apik dan bersih. 

Motivasi Pemilik Untuk Kepuasan dan melayani Pemancing.

Menurut Pak Hardi, dia betul-betul mencurahkan pikirannnya untuk membangun dan menjadikan pemancingannya sebagai tempat mancing yang nyaman dan memuaskan pemancing. Sebagai pemilik dia mengaku satu level di bawah pemancing, dan selalu siap memberikan pelayanan dan kepuasan kepada pemancing. Sekecil apapun usul pemancing selalu diperhatikan. Untuk itu katanya, dia mengharapkan agar para pemancing mau mendukungnya. "Kalau tidak, maka tidak akan ada lagi pemancingan yang baik kalau pemancing tidak mau mendukungnya". Ujarnya.

Dia juga mengeluhkan perilaku pemancing yang tidak sabaran dan tidak mengerti tehnik mancing yang benar. Dimana ketika pemancing baru duduk di kursi mancing, sudah tidak sabaran, ada yang mancing grusuk-grusuk dan ada pula yang langsung membuat essen dengan aroma yang sangat menyengat. Padahal kata dia, pemancingan BHS, karena airnya bersih dan sehat, maka cenderung memerlukan umpan yang halus, sehingga ikan makan. Dan kalau pemancing menggunakan umpan yang tajam, maka tidak mustahil ikan tidak mau makan sama sekali dan mempengaruhi lapak yang lain. Untuk itu, dia menyarankan agar para pemancing bertanya pada pengelola pemancingan, umpan yang biasa dimakan di sana.

Penyerahan Hadiah juara 1 oleh Bapak Hardi (kanan)

Dalam hal untuk melayani pemancing dengan baik, BHS juga menyediakan tempat menginap gratis dan makan gratis bagi pemancing yang memancing disana. Dari pengamatan FORTUNA ada keluarga yang menginap sampai 3 hari untuk mancing di sana. Mereka sangat senang karena pelayanan yang baik dari para karyawan restoran. Peserta lomba mancing pun sangat senang. Karena makanan sebelum dan sesudah lomba berkahir tetap tersedia secara Cuma-Cuma. Pemancingan yang dirawat dengan hati oleh pemiliknya, memang kini terus berbenah. Setelah hiasan gedung tempat menginap, perluasan ruang tunggu di lapak dan juga pembangunan Kolam karantina dan perawatan di salah satu pinggiran sungai di sana yang luasnya hampir 1 ha.

Kini pemancingan juga dilengkapi dengan erator yang mampu berputar sampai 1000 rpm dan erator ini ditanam di dalam kolam yang dimaksudkan akan memberi oksigen yang cukup pada ikan pada saat lomba berlangsung. Tempat kincir pun saat ini telah ditutupi dengan fiber gelas agar umpan ketika dilempar tidak nyangkut di tiang kincir. Pokoknya semua ide-ide baik dilahirkan untuk memberi kepuasan kepada pemancing yang sebagai raja di pemancingan. Selamat datang di BHS. .FORTUNA****

Lomba berkesinambungan menjadi geliat pemancingan untuk bertahan dalam terjangan turunnya animo pemancing untuk memancing di kolam. Lomba dengan sistem seleksi ini mulai mewabah dimana-mana. Pemancingan Telaga Cibubur telah melihat peluang ini sejak lama. Maka diadakan lomba Grand Prix bertahap setiap hari sabtu pada minggu ke II, III, dan IV. Grand Prix Telaga Cibubur ini sudah dimulai sejak 13 Mei 2017, Selama kurang lebih 8 bulan diadakan lomba dengan mencari 4 juara setiap lombanya. Final Grand Prix ini diadakan bertepatan dengan Hari Ulang Tahun berdirinya Pemancingan Telaga Cibubur bulan Desember. ”lomba final grand prix ini bisa dianggap juga lomba HUT Telaga Cibubur yang ke-14”, begitu ujar Rino selaku panitia. Lomba final Grand prix Telaga Cibubur diadakan pada tanggal 9 Desember 2017 yang lalu dengan waktu 6 jam, dimulai dari pukul 15.00 WIB hingga 21.00 WIB.

Suasana Lomba Final Grand Prix I 98 Lapak

Lomba seleksi ini dikenakan tiket sebesar Rp. 1.000.000 setiap lombanya. Untuk yang berhasil ke final, mendapat tiket gratis mancing, jika ingin ikut serta dalam tiket ekstra, peserta dikenakan menambah 1 juta, dan ini tidak wajib. Berdasarkan pantauan ternyata banyak juga peserta yang polos tidak memakai tiket ekstra. Sistem seleksi tidak harus dari lomba setiap sabtu, tapi juga dari lomba eksekutif  2 joran yang diadakan di Pemancingan Telaga Cibubur dan diambil 2 hingga 3 juara. Lomba eksekutif tersebut dikenakan tiket 2,5 juta hingga 3 juta.  Pada final grand prix lapak yang disediakan sebanyak 98 lapak, dan untuk mendapat jumlah lapak tersebut, maka diadakan lomba dengan jangka Panjang. Untuk menentukan juara setiap lombanya, memakai aturan sah-sahan. Dimana kategori yang diambil adalah induk terberat 1 hingga 4. Untuk aturan sah-sahan para pemancing tidak lagi bingung, karena pemancingan telah menerapkan dalam setiap lomba. Baik untuk lomba harian dan lomba lainnya. Untuk mendukung itu setiap 10 lapak dijaga oleh 1 pengawas, begitu penjelasan Rino mengenai sistem dan pengawasan lomba. Berdasarkan pengamatannya setiap lomba seleksi setiap sabtu, hampir 95 % terisi penuh dari 98 lapak yang ada. Dan pemancing berasal dari berbagai domisili sekitar Jabodetabek. Penggunaan umpan juga tidak sebatas pelet dan aci, bisa juga belut dan pengli.

Karena acara lomba mengusung 2 acara sekaligus, maka lomba berlangsung meriah dan menarik. Para peserta tidak hanya mendapat kaus lengan Panjang HUT IV Telaga cibubur, tapi disediakan juga makan malam. Bahkan even ini masih berlanjut dengan diadakannya lomba khusus kedi yang akan diadakan pada hari selasa 12 Desember 2017. Jumlah peserta harus kedi dan itupun semua lapak sebanyak 98 sudah terisi penuh. Tiket sepenuhnya untuk hadiah kedi tidak dipotong untuk operasional pemancingan. Bahkan memberikan beberapa hadiah doorprize berupa TV kepada pemancing. Uniknya lomba itu adalah lomba diadakan mencari 15 kategori juara, juara satu dan juara 14 mendapat hadiah yang sama sebesar Rp. 5.000.000. Karena HUT ke IV maka kedi yang berhasil menduduki posisi 14 akan mendapat hadiah spesial juga.

Salah satu peserta sedang strike

Animo akan grand prix ini sangat bagus, hal ini terlihat banyak yang sudah mendaftar untuk ikut kembali pada lomba seleksi Grand Prix Telaga Cibubur II. Seminggu sesudah pelaksanaan Final Grand Prix, langsung diadakan lomba seleksi Grand Prix kedua. Ketika ditanya berapa lama pelaksanaan Grand Prix kedua, Rino menjelaskan bahwa tidak bisa dirinci, karena bisa jadi lebih cepat pelaksanaan final. Pada dasarnya 24 minggu pelaksanaan sudah termasuk didalam itu juga diambil dari lomba eksekutif. ”perkiraan Juni atau Juli akan diadakan final”, begitu penjelasannya. Supaya pemancing tidak ketinggalan informasi, biasanya pemancing langganan diberitahu melalui siaran-siaran, juga melalui sms dan telepon. Sehingga peserta juga tahu lomba eksekutif mana saja yang akan diambil tiket final grand prix. Untuk lomba final ini banyak peserta yang mempunyai tiket final lebih dari satu, beredar isu bahwa banyak peserta yang menjual tiket final antara 3 – 4 juta. ”tiket final merupakan hak pemenangnya, harga tiket final kalau kami hitung-hitung dengan juara utama Rp. 75 juta, maka kami perkirakan harga tiket antara 3 sampai 4 juta “ begitu ujar Rino

Untuk mendukung acara ini, seminggu sebelum lomba telah dilakukan penambahan ikan, dan selama itu juga ikan telah beradaptasi dengan lomba-lomba harian. Lagipula menurutnya penambahan ikan tidak selalu hanya ketika diadakan lomba besar, tapi sudah menjadi agenda rutin. ”ikan dalam sebulannya pasti ada yang mati, karena frekuensi lomba yang diadakan. Jadi untuk menjaga jumlah ikan dan kesehatan ikan yakni dilakukan penambahan ikan dan karantina ikan induk yang baru naik diganti dengan cadangan induk yang ada” begitu ujarnya. Ikan terbesar saat ini berukuran 13 kg. Penambahan ikan sampai 1 ton. Termasuk didalamnya ikan rame dan beberapa ikan induk , penambahan ini dilakukan pada bulan November lalu, begitu ujar Rino.

Pemancingan Telaga Cibubur merayakan HUT ke - 14

Lomba ini juga mendapat dukungan dari pihak luar. ”iya, kami mendapat sponsor dari Golden Fish”, begitu ujar Rino. Sumbangsih sponsor berupa goody bag yang isinya bermacam-macam, dari Produk Golden Fish, Busa bantalan tempat kail, tabloid, korek api dan lain-lain.

Semenjak diterapkan sah-sahan bulan November tahun 2016, minat pemancing untuk memancing harian semakin bagus, begitu penuturan Rino. Karena pemancing dituntut untuk berkompetisi dengan jujur dan sportif. Walau ikan berhasil kecantol kail, tapi ikan tersebut belum tentu bisa masuk dalam kategori ikan sah untuk dalam induk terberat. Hanya kail yang benar-benar menancap di mulut yang dapat dikatakan sah. Hal ini membuat tingkat kompetisi semakin tinggi. Selain itu peserta menjadi tidak takut kalau nantinya dicurangi oleh peserta lain mengenai ikan sah. Para pengawas sudah terbiasa mengawas, sehingga sudah hapal benar kondisi ikan yang mulutnya benar tertancap kail dan dengan yang tidak.

Jalannya Lomba

Lomba berlangsung meriah dan lancar.  Sempat ada turun gerimis kecil, namun tidak lama. Tepat siang hari memang sangat panas menyengat dan langit mulai mendung ketika sudah memasuki dua jam kedua. Perubahan suhu ini membuat ikan pada awal lomba agak sulit makan, namun memasuki 2 jam kedua dan seterusnya, frekuensi ikan makan menjadi tinggi. Di meja panitia, banyak sekali laporan penimbangan. Ikan juara berhasil dinaikkan pada pertengahan 2 jam kedua. Persaingan yang ketat hanya terjadi pada nomor 5 kebawah. Pada nomor 5 kebawah, selalu saja terjadi proses tiban meniban, angkanya juga berselisih kecil. Keseluruhan lomba berlangsung sukses. Selamat Ulang Tahun ke – 14 Pemancingan Telaga Cibubur.

Panitia Lomba Pemancingan Telaga Cibubur, Rino (berdiri)

Juara

  1. Teko Bocor berat ikan 9,25 Kg
  2. Tora 9,05 Kg
  3. Nafaris 8,8 Kg
  4. Lionel Messi 8,75 Kg
  5. Tora 8,3 Kg
  6. Mas Letong I 8,25 Kg
  7. Padel 98 8,2 Kg
  8. Pangab II 8,2 Kg

 

Para Juara Final Grand Prix I Telaga Cibubur

FORTUNA****

invisible hit counter