Lomba mancing galatama skala nasional kembali digelar. Kali ini diadakan di Pemancingan Telaga Joglo dengan nama Zietang Braga Cup 2. Sesuai dengan namanya, lomba ini diselenggarakan dalam rangka hari ulang tahun pemancing galatama H. Tatang, yang biasa memakai nama Zietang Braga di pemancingan.

Tatang berulang tahun pada bulan Juni bersamaan dengan H. Sarman. Dan pada bulan Juni H. Sarman mengadakan lomba mancing dalam rangka ulang tahunnya. Sehingga H. Tatang sempat mengurungkan niatnya untuk mengadakan lomba, karena pada bulan Juni hingga September banyak sekali lomba. Lagipula kerinduan dia mengadakan lomba mancing adalah untuk meningkatkan silahturahmi, kekeluargaan antar pemancing. Beberapa waktu terakhir lomba mancing mulai berkurang, hal inilah yang mencetuskan untuk mengadakan lomba mancing dalam rangka merayakan ulang tahunnya pada bulan Oktober. H. Tatang yang saat ini berumur 47 tahun menuturkan bahwa tujuan utama lomba mancing ini adalah kebersamaan, karena begitu semua masuk dalam kehidupan sehari-hari, pemancing akan disibukkan oleh aktivitas masing-masing.

Menurut H. Tatang yang diwawancara ditengah-tengah perlombaan mancing, ia menuturkan bahwa persiapan lomba sangat minim waktunya, hanya 2-3 minggu. ”persiapan sangat mepet, namun berkat bantuan dari Qiu-Qiu, Maskot, dan Pemancingan Telaga Joglo khususnya Otong, maka lomba boleh berlangsung dan berjalan lancar. Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada mereka”.

Pemancingan Telaga Joglo sendiri juga berupaya maksimal dengan melayani jujur, adil dan sepenuh hati. Sehingga tidak heran jika Pemancingan Telaga Joglo mengadakan lomba, pasti mendapat antusias.

Lomba Zietang Braga Cup 2 ini diadakan pada tanggal 8 Oktober yang lalu dimulai pukul 12.00 WIB hingga 18.00 WIB. Tiket yang ditawarkan juga tergolong besar yakni Rp. 14.000.000 hanya tiket utama, untuk tiket ekstra yakni C Hitam 3 x Rp. 500.000, C Merah 3 x Rp. 500.000, dan Ekstra SS 2 x Rp. 1.000.000. Tiket ekstra tidak diwajib, namun jika ingin turut serta, peserta harus merogoh kocek hingga Rp. 19.000.000 untuk tiket lengkap. Dengan harga tiket yang tergolong tinggi, tentu lomba berlangsung dengan sangat kompetitif.

Aturan lomba yang diterapkan masih sama seperti lomba-lomba yang telah diadakan di Pemancingan Telaga Joglo. Seperti diperbolehkan 2 joran dengan 3 mata rangkaian kail, cara mancing yang digunakan adalah sah-sahan (dimana ikan induk yang layak timbang adalah kail yang menancap di mulut, bukan di tubuh atau dimanapun), umpan yang diperbolehkan adalah Pelet, sagu/aci, belut dan mie halus.

Ketika ditanya kepada Pak H. Tatang mengenai jumlah peserta, ia menuturkan bahwa antusias untuk mengikuti lomba sangat bagus, dan jumlah peserta awalnya pas 40, namun beberapa waktu sebelum lomba ada yang mengundurkan diri, jadi hanya 39 peserta. Tidak lepas dari itu, saya mengucapkan banyak terima kasih kepada para pemancing yang ikut serta dalam lomba Zietang Braga Cup 2 ini, tanpa kehadiran mereka, lomba ini tidak berjalan.”, begitu ujarnya

Fortuna sempat menanyakan kepada beliau perihal lomba ini dijadikan agenda rutin, namun dengan bijak ia menjelaskan, bahwa semua tergantung kondisi dan kesempatan. Ia menjelaskan bahwa situasi ekonomi belum stabil, dan sebagian besar para pemancing adalah pengusaha, jika lomba dipaksakan dalam keadaan ekonomi pemancing sedang turun, tentu peminatnya akan sangat kurang banyak. Jadi semua tergantung situasi, kondisi dan kesempatan yang ada.

Memancing itu sudah menjadi bagian dari Pak H. Tatang. Maka tak heran jika ia selalu menyempatkan diri untuk mancing harian di berbagai pemancingan. ”kalau mancing tergantung mood, kalau ada kerjaan, pasti gak mancing, kalau lagi mau mancing, pasti diusahakan.”

Dan hal itu juga yang menjadi salah satu motivasi mengadakan lomba mancing. Dengan adanya event seperti lomba ini, ikatan silahturahmi dengan para pemancing terjaga, sekaligus membuat tingkat kompetisi mancing menjadi lebih tinggi lagi.

Untuk mensukseskan lomba besar tersebut, pihak pemancingan melakukan penyebaran brosur dan menambahkan ikan induk diatas 9 Kg sebanyak 100 ekor, selain itu kolam juga dipersiapkan dengan baik, agar ikan mau makan. Untuk segala usaha persiapan lomba yang dilakukan Pak H. Tatang juga mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak Pemancingan Telaga Joglo, yang telah berusaha keras agar lomba berlangsung dengan baik, adil , jujur, dan lancar. ”terutama saya mengucapkan banyak terima kasih kepada Pak H. Sarman, yang selalu mensupport saya”.

Lomba dengan sistem sah-sahan menurutnya memberi kepuasan tersendiri. Sistem ini membuat pemancing beradu kemampuan dalam meracik umpan. Dan dia berharap sistem ini mulai diterapkan di berbagai pemancingan. Karena menurutnya sistem ini mengajak pemancing untuk berusaha bersaing secara jujur.

Diakhir wawancara, Pak H. Tatang menuturkan ” saya banyak terima kasih kepada Qiu-Qiu, Maskot, Karena bantuan mereka, lomba ini boleh berjalan, mengucapkan terima kasih kepada Pihak Telaga Joglo, yang telah berusaha maksimal, agar lomba berlangsung baik dan profesional, dan terakhir kepada para peserta lomba, tanpa mereka lomba ini tidak berlangsung. Juga saya dibukakan mohon maaf sebesar-besarnya, jika masih ada kekurangan atau yang kurang berkenan dalam lomba, semoga kedepannya akan lebih baik”, begitu ucapannya

Sebagai informasi, lomba ini diikuti sebagian besar dari dari Surabaya, Bandung, Karawang, Sumedang, dan Purwakarta. Dodi selaku panitia lomba menuturkan, bahwa peserta didominasi dari Jakarta dan Surabaya. Kepada Fortuna, Dodi menuturkan bahwa ada sponsor yang turut serta berpartisipasi dalam lomba, yakni Teh Pucuk, Le Minerale, dan Gudang Garam. Kontribusi sponsor dalam bentuk kaus dan spanduk.

Jalannya Lomba

 

Cuaca pada saat lomba berlangsung sangat panas dan terik. Ketika lomba baru berlangsung 2 jam pertama, para peserta terlihat merasa terganggu dengan teriknya sinar matahari, hal ini juga berpengaruh kepada nafsu makan ikan. Hal ini terlihat dari hasil juara, dimana ikan induk diatas 10 kg tidak ada yang naik. Padahal banyak sekali ikan induk diatas 10 kg yang ada di kolam Telaga Joglo, ikan terberatnya adalah 14 Kg. Ikan sepertinya lebih suka berenang dalam kedalaman air dan di pinggir sisi kolam yang tidak terlalu terkena terik matahari. Ada kejadian ikan induk diperkirakan ukuran 10-11 kg berhasil dinaikkan pada lapak kecil, namun pengawas menyatakan ikan tersebut tidak sah, karena kail tidak menancap pada mulut ikan. Hal ini sempat menghebohkan suasana, namun karena lomba masih panjang, Pihak pemancing telah mengantisipasi terik ini dengan menyediakan semacam penghalang, agar sinar tidak terkena langsung ke pemancing, supaya pemancing nyaman. Lomba berlangsung datar, hal ini disebabkan, nafsu makan ikan terpengaruh oleh terik panas matahari. Juara lomba terlihat semenjak 2 jam kedua. Persaingan ketat terjadi di posisi 3 hingga 5. Beberapa pemancing sempat tergusur dan tergerus. Bahkan posisi tersebut semakin panas pada menit-menit akhir. Keluar sebagai juara Zietang Braga Cup 2, sebagai berikut

  1. Siti Zubaidah Lapak 34 berat ikan 8,9 Kg mendapat hadiah uang tunai Rp 170 juta + Trophy
  2. Telaga Kencana Malang Lapak 36 berat ikan 8,85 Kg mendapat hadiah uang tunai Rp 80 juta + Trophy
  3. Warung WKK Malang Lapak 17 berat ikan 8,8 Kg mendapat hadiah uang tunai Rp 50 juta + Trophy
  4. Macan Putih Lapak 3 berat ikan 8,8 Kg mendapat hadiah uang tunai Rp 30 juta + Trophy
  5. Pancen 2 lapak 19 berat ikan 8,65 Kg mendapat hadiah uang tunai Rp 15 juta + Trophy
  6. Total 7 kg Up Kanan Napoleon lapak 11 sebanyak 6 ekor mendapat hadiah uang tunai Rp 10 juta + Trophy

Total 7 kg Up Kiri Jasjisjus lapak 31, Anggrek Borneo Lapak 32, Mely Lapak 33. Sebanyak 3 ekor, mendapat hadiah uang tunai Rp 10 juta + Trophy

FORTUNA****

Sebuah lomba mancing galatamaspektakuler September yang lalu di selenggarakan di Pemancingan Telaga Mahkota, Malang, Jawa Timur. Lomba tersebut adalah lomba peringatan Ulang tahun salah seorang pemancing yang masuk dalam kelompok galatama eksekutip Grand Prix Fishing sering di panggil  dengan  nama Kutu Kupret.

Lomba ini memperebutkan hadiah dengan total   520 juta  Rupiah dan  bila ditambah hadiah lainnya bisa mencapai 700.000 juta rupiah  yang terdiri dari 5 pemenang.Di samping hadiah nominasi ikan induk merah, induk hitam dan juga C.

Lomba mancing yang dimulai pukul 12.00 itu berakhir pukul 20.00. Diikuti para pemancing galatama eksekutip dari bderbagai wilayah dari seluruh In donesia dari barat sampai ke Timur.

Lomba memang tampak berkelas, karena hanya diikuti 30 peserta dengan menggunakan 2 joran. Harge tiket dibandrol Rp 25 juta dan lengkap menjadi Rp 35 juta.

Jalannya Lomba.

Dalam lomba kali ini Pemancingan Telaga Kencana memang menyajikan ikan-ikan babon besar. Di tengah kesulitan memanage air kolam di malang yang terkenal tinggi jat besinya itu,  pemancingan memang mampu mengelola air dengan baik dan mampu menampilkan kwalitas pemancingan eksekutip professional.

Perbaikan pemancingan juga terus diingkatkan, hal itu dapat dilihat dengan adanya pembenahan kolam dengan rencana pelebaran sehingga pemancingan semakin luas.  Tentu banyak pemancing yang mengharapakan bahwa pembangunan pdemancingan juga di imbangi dengan pelayanan yang baik dari sarana dan prasarana termasuk petugas kantin. Mengingat pemancingan ini hanya memiliki satu kantin.

Jalannya lomba memang sangat sengit, mengingat begitu cepatnya pergeseran angka timbangan ikan hingga mencapai level 12 kg.

Posisi pemenang dengan leel 12 kg lebih itu menunjukkan bahwa pemancingan saat itu banyak memiliki perendaharaan ikan-ikan babon kelas atas.  Pemancing Surabaya menggulung semua  susunan juara tanpa ampun. Pemahaman yang baik dari pemancing surabaya tentang ikan dan air di Malang membuat meeka leluasa menengutkan umpan yang sangt di sukai ikan di Malang.

Kejadian  ini yang membuat peserta dari daerah lain seakan tidak berdaya,  dan meeka hanya sebagai penggembira.  Hal seperti ini sanga jarang terjadi. Tak satupun dari posisi  juara itu di curi pemancing dari daerah lain, yakni Jakarta, Karawang, Bandung dan daeah lainnya.

Inilah Susunan Juara yang merajai Lomba HUT Kuu Kupet di telaga Kencana, Malang Jawa Timur  :

  1. Abah Pendi Surabaya lapak 29 berat ikan 12, 25 kg Hadiah Tabanas Rp 250.000.000.
  2. Singo Danu Surabaya lapak 23 berat ikan 12, 05 kg. HadiahTabanas Rp 120.000.000
  3. Maskot Hoky Surabaya lapak 33 berat ikan  11, 50 kg. HadiahTabanas  Rp 60..000.000
  4. Zeus Surabaya lapak 12 berat ikan 11, 50 kg. . HadiahTabanas  Rp 50..000.000
  5. Jas jis jus Surabaya lapak 35 berat ikan 10, 80 kg . HadiahTabanas  Rp 40..000.000

Bagi juara satu, dengan keberhasilannya bisa membawa pulang hadiah hampir 400 juta rupiah.  Abah Pendi pemancing yang sudah banyak makan garam di pemancingan galatama ini tentu bukan nama baru dalam hal juara. Dia sering menjadi pemenang dalam lomba-loma besar. FORTUNA****

SUASANA LOMBA DI PEMANCINGAN TELAGA HARAPAN INDAH 14 OKTOBER 2017

Pada akhir-akhir ini lomba dengan sistem berkesinambungan, sedang mewabah diberbagai pemancingan. Lomba yang dibuat dengan menseleksi peserta hanya beberapa juara saja untuk sekali lomba, agar bisa masuk ke lomba final atau utama. Lomba dengan sistem ini juga diterapkan dalam pemancingan Telaga Harapan Indah. Lomba seleksi dilaksanakan setiap hari selasa dan jumat mulai pukul 19.00 WIB, serta minggu mulai pukul 18.00 WIB. Lomba seleksi ini diadakan selama 16 kali, dengan tiket utama Rp. 250.000. Setiap lomba memilih 3 juara induk terberat untuk masuk dalam lomba final. Total 48 peserta dalam final. Final lomba rally ini diadakan pada tanggal 14 Oktober mulai pukul 18.00 WIB dan berakhir pukul 22.00 WIB. Lomba seleksi dan lomba final berdurasi 4 jam.

Nanang selaku panitia lomba menuturkan bahwa animo pemancing untuk ikut serta dalam lomba rally ini tergolong bagus. Menurutnya ada peningkatan gairah pemancing dengan even seperti ini. ”pemancing seperti antusias dan respek dengan cara lomba seperti ini, ada tantangannya dan target, yang membuat lomba menjadi lebih kompetitif”, begitu penjelasannya mengenai lomba rally. Bahkan menurutnya berimbas ke lomba biasa, pemancing jadi kadang mancing lomba biasa untuk mencoba sebelum lomba rally dimulai. Dan kadang peserta lomba rally banyak cadangan, karena animo yang bagus tersebut. ”lomba harian dimulai jam 4 sore, kalau hari selasa dan jumat, begitu masuk jam 7 banyak yang ikut lanjut dalam lomba rally, hal ini membuat ada cadangan bisa 4 hingga 5 orang saat lomba rally”, penjelasannya.

Wiro Sableng Juara I

Berdasarkan informasi, peserta sebagian besar dari Bekasi, dan Jakarta. Untuk informasi kepada pemancing, biasanya pemancingan Telaga Harapan Indah selalu mengabari melalui sms. Aturan yang digunakan masih sama dengan galatama pada umumnya, yakni mata kail maksimal 3, bemper no 4, umpan yang diperbolehkan cendil dan pelet, penggunaan essen bebas. Penggunaan mie dan belut tidak diperbolehkan, biasanya hanya pada lomba-lomba besar saja. Ketika ditanya apakah ada dalam waktu dekat lomba tiket besar, Nanang menuturkan bahwa akan ada lomba 2 joran dengan tiket Rp. 1.500.000, hanya saja waktunya masih didiskusikan.

Rusli sebagai salah satu pemilik, menuturkan ”Lomba rally akan diadakan lagi, dengan hadiah ditingkatkan serta tiket juga sangat terjangkau”, begitu penuturan Pak H. Rusli. Menurutnya animo pemancing atas lomba rally ini sangat baik, sehingga sudah dipersiapkan kembali lomba rally tahap II, dimana tiket yang dikenakan hanya sebesar Rp 300.000, dengan hadiah lomba final 3 buah motor.” Maksudnya begini, jika pemancing boleh hitung-hitungan, maka akan didapat bahwa dengan tiket Rp. 300.000 bisa mendapat 3 buah motor adalah sangat lebih. Kalau hadiah motor hanya juara satu saja, terasa kurang menarik, sehingga kami dari kantong pribadi bantu sekian persen agar hadiah motor ditambah, jika ditanya besarnya, itu masalah intern, pemancing jika pintar berhitung akan merasa bahwa hadiah seperti ini sangat-sangat menarik”, begitu penjelasannya.

Para Juara Grand Prix Telaga Harapan Indah

Dia juga menambahkan bahwa hadiah keseluruhan pada lomba final ditaksir sekitar Rp. 50 juta. Lomba diadakan sama dengan tahap I yakni 16 kali. ”lagipula dengan adanya even ini, kedi-kedi jadi tidak mengganggur,” begitu tambahnya. Untuk lomba final ini, pemancingan Telaga Harapan Indah melakukan penambahan ikan. ”tidak banyak lah penambahan, hanya 10 ekor saja, ukuran terbesar yang ditambah ukuran 12 Kg”, begitu katanya.

Wiro Sableng Juara I

”Sensasi mancing”

Pemancing ini adalah juara final lomba rally, yang berhasil melalui beberapa tahap. Wiro Sableng, begitu nama yang digunakan dalam lomba mancing kala itu. Pria yang mempunyai nama asli Suparman ini menuturkan mengapresiasi baik atas lomba rally yang diadakan Pemancingan Telaga Harapan Indah, ”lomba sistem rally ini bagus, dan layak untuk rutin diadakan, hanya pelaksanaannya jangan terlalu sering, karena kantung pemancing terbatas,”, ujarnya

Pemancing yang baru 2 tahun menggeluti mancing ini menuturkan bahwa mengenal mancing karena diajak teman sekantor. ”awalnya nemanin aja, kemudian tertarik”, ujarnya. Yang dia suka dari mancing adalah sensasi nya baik itu tarikan dan kompetisinya (tantangan). Dan ketika ditanya dimana saja ia telah memancing, ia menjawab baru sedikit pemancingan yang disambangi. Pria berumur 40 tahun ini, menuturkan bahwa mancing hanya sekedar saja, dalam sebulan ada 5-6 kali, bahkan bisa hanya sekali, tergantung kerjaan yang saat ini dia emban. Ketika ditanya mengenai harga tiket lomba rally, ia menjelaskan harga tiketnya sudah memadai, bahkan menurutnya dengan hadiah motor dan tiket Rp. 250.000 sudah sangat jauh melebihi. Kegiatan mancing yang dia geluti ini, menurutnya tidak mendapat hambatan dari keluarga. ”kalau istri dan anak-anak jarang komplain.. fine-fine aja... malah kadang mereka sering saya ajak”, begitu penjelasannya.

Juara

  1. Lapak 29 Wiro Sableng, berat ikan 9,25 Kg
  2. Lapak 28 Alexander, berat ikan 8,7 Kg
  3. Lapak 06 Kang Edoy, berat ikan 8,65 Kg
  4. Lapak 14 Mambang Tiana, 6 kg up terbanyak yakni 15 ekor
  5. Lapak 14 Mambang Tiana, Total terberat lapak kecil 270,25 Kg
  6. Lapak 30 Mista Maja Utama, Total terberat lapak besar 240,5 Kg

Setelah selesai mengikuti lomba di Pemancingan Telaga Kencana, besoknya dilanjutkan  dengan lomba di pemancingan Telaga Babatan. Lomba ini merupakan pasangan atau dampingan dari lomba Telaga Mahkota. Yang tujuannya melengkapi perjalanan mancing menuju Malang kemudian Surabaya dan kemudian pulang ke tempat masing-masing.

Walau lomba ini  masuk dalam lomba kecil, tapi kwalitas pemancingan menunjukkan bahwa pemancingan ini adalah pemancingan paling Top di Surabaya.  Telaga Babatan adalah salah satu pemancingan yang berhasil mengelola air denan baik sehingga mampu menyediakan ikan-ikan babon di pemancingan tersebujt.

Pemancingan ini selalu konsisten dalam penyediaan ikan. Baik dalam lomba harian dan lomba paket, selalu menyguhkan ikan-ikan babon kelas atas. Hal ini dapat dilihat dari susunan ikan yang n aik dalam lomba-lomba di pemancingan Telaga Bbatan tersebut.

Dari pengamatan selama ini pemancingan ini  menjadi salah satu pemancingan paling pavorit di Surabaya khususnya Galatama Eksekutip untuk ikan mas. Pemancingan yang dikelola Bapak Roi itu  mengalami kestabilan dan menjadi  pemancingan yang paling di segani di Surabaya.

Karena dari penamaan selama ini  beberapa pemancingan banyak yang sdah gugur dan  dan Hands Up karena tidak mampu bertahan dan bersaing  dalam gempuran persaingan yang semakin seru di antara sesama pemancing

Jalannya lomba.

Walau masuk dlam kategori lomba sedang tapi terasa lomba besar.  Hal ini dapat dilihat dari  hasil lomba dan juga  antusias para pemancing.  Dalam lomb ini susunan pemenang agar bervariasi.  Tidak lagi didominasi pemancing dari satu daerah.

Pola makan ikan ayng bagus dan naiknya ikan juga sanga baik, karena melalui proses yang panjang  sampai akhir unuk menentukan juara.  Karena iasanya apabila dalam lomba-lomba awal ikan tererat sudah naik, maka jalannnya lomba kurang menarik.

Tapi dalam lomba ini susunan juara terus berjenjang, dan saling tiban meniban membuat suasana semakin seru. Tersdianya iakn cukup banyak di kolam dapt terlihat dari ikan yang naik dan ikan yang  berhasil  dinaikkan pemancing.

Hal ini dapat dilihat dari susunan pemenang di mana ikan terkecil menempati bobot 10, 795. Sebuah catatan yang sangat fantastis dari keberhasilan sebuah pemancingan.  Yang mungkin  sangat jarang ditemukan di pemancingan lain.

Dengan baiknya pola makan ikan dan tersebdianya iakn-ikan babon kelas atas membuat pemancingan ini menjadi tujuan utama para pemancing galatama di Surabaya.  Untuk membuktikannya Anda  harus mencobanya.

Adapun susunan akhir dari lomba mancing tersebut adalah sebagai beikut  :

  1. Putri Jeliteng 14 berat ikan 12, 410 kg Hadiah Tabanas Rp 45.000.000
  2. Ibu Mejig lapak 44 berat ikan 675 kg Hadiah Tabanas Rp 15.000.000
  3. Zeus lapak 40 berat ikan  11,585 kg Hadiah Tabanas Rp 7,500,000
  4. Andigo lapak 47 berat ikan 11, 485 kg Hadiah Tabanas Rp 5.000.000
  5. Bejo Pancing lapak 24 berat ikan 11,445 kg Hadiah Tabanas Rp 2.500.000
  6. Telaga Joglo lapak 15 berat ikan  11, 165 kg Hadiah Tabanas Rp 1500.000
  7. Zeus lapak 40 berat ikan 11, 130 kg Hadiah Tabanas Rp 1500.000
  8. Bang Bram lapak 30 berat ikan 10,875 kg Hadiah Tabanas Rp 1500.000
  9. Bah Kung lapak 9 berat ikan 10,800 kg Hadiah Tabanas Rp 1500.000
  10. Dea lapak berat ikan 10, 795 kg. Hadiah Tabanas Rp 1500.000

ZEUS SALAH SATU  PEMANCING YANG SANGAT PRODUKTIP SAAT INI DI SURABAYA.

Dalam lomba ini nama Zeus menempati juara 3. Namun dari pengamatan FORTUNA,  Zeus ini bintangnya sangat besinar.  Hal ini dapat dilihat  dari kesuksesannya mememangi beberapa pertandingan. Dalam daftar susunan juara yang ditempal di dinding pemancingan Telaga babatan Di Surabaya  tampak nama dia masuk dalam beberapa kali juara.

Pria yang bertubuh tambun itu memang menghasilkan pndapatan yang luar biasa,  dari lomba mancing, karena dia memenangkan berbagai juara dan memperoleh  beberapa  hadiah,  diantaranya  dalam lomba  HUT kutu kupret yang nominalnya diatas ratusan juta.

Demikian juga ketika dia mengikuti lomba di Pemancingan Telaga Babatan yang diselenggarakan sehari setelah lomba kutu Kupret. Disinipun dia menggaet beberapa hadiah yang disediakan. Oleh karena itu, dalam  lomba yang di laksanakan di  Telaga Kencana dan Telaga Babatan itu  menjadi  berkah yang luar biasa buat dia. Dan rupanya dia tidak hanya juara dalam lomba-lomba tersebut, dia juga menjadi juara di tempat lain yang diikunya. Dan menurut dia itu semua karena doa dari keluarga dan anak-anaknya,

Saat ini namanya masih terpampang Di  papan pengumman juara  yang di tempelkan di Pemancingan Telaga Babatan,  Selamat buat Zeus dan Timnya. Sayang resep andalannya tidak di perkenankan di bagi. Menurut dia kemenangan dan hadiah yang diperolehnya akan dijadikan untuk keluarga dan anak-anaknya. FORTUNA****

invisible hit counter