Ketika kita mengikuti atau menyaksikan sebuah lomba mancing, maka kita akan mendengar nama-nama pemancing (tim) yang kadang unik dan kadang sangat enak didengar dan ada juga yang mengerikan. Kita tidak tahu mengapa mereka memilih nama tersebut. Tentu mereka punya pesepsi atas nama yang mereka ciptakan dengan harapan membawa hoki dan diharapkan menang dalam lomba mancing sehingga mendapatkan hadiah dan bisa terus berlanjut mancing.

Jadi dalam hal ini nama sangat berperan dan menentang adanya istilah serta persepsi ”apalah artinya sebuah nama”.  Karena menurut mereka Nama adalah doa, dan harapan, sehingga kalau namanya baik menurut mereka maka akan membawa keberuntungan.

Demikian halnya dengan Bapak Darusalam salah seorang pemancing senior yang saat ini masih ikut melanglang buana ke berbagai daerah mengikuti lomba mancing eksekutif. Menurut pengakuannya, nama sangat berarti dan membawa keberuntungan. Dan untuk itu diapun memilih nama yang menurutnya akan membawa hoki.

”Dan memang menjadi kenyataan” katanya. Dia banyak memperoleh rezeki dari mancing. Sampai saat ini sudah tidak bisa dihitung banyaknya yang diterima selama 25 tahun. Menurutnya karena faktor nama itu, menjadi salah satu yang membuat dia berjalan terus mancingnya. ”Adalah karena faktor nama. “Karena nama itu membawa harapan dan rezeki”. Begitu penjelasannya

Nama Ini Ada Pasang Surutnya

Nama ini pun, rupanya tidak selamanya berjaya, ada masa jayanya ada juga masa turunnya. Dan ketika nama itu dirasa sudah kurang membawa keberuntungan atau mungkin sudah membosankan,  maka harus diganti dengan nama lain.

Saat ini nama yang sedang dia favoritkan adalah nama ”Neng Relika”. Nama ini, adalah nama baru yang terdengar di pemancingan, tapi walau terdengar baru, pemancingnya adalah pemancing lama alias senior yang sudah melanglang buana ke pemancingan-pemancingan yang ada di seluruh Indonesia.

Menurut pengakuannya, pertama nama yang digunakan adalah Darus Salam dan memang punya Hoki. Setelah itu Kemudian berubah menjadi Gilang. Setelah beberapa lama, ketika nama ini dirasa kurang membawa keberuntungan, dirubah lagi menjadi Neng Hoki. Dan yang terakhir, namanya Relika yang merupakan nama anaknya yang paling bontot.

Nama ini semakin terkenal setelah berturut-turut memenangi lomba dan mengisi pundi-pundinya 2 kali berturut-turut. Yang pertama juara 1 di Ratu Mas Ayu, dan kemudian di Pemancingan Telaga Kencana Malang menjadi juara 2. Dan bisa dibayangkan, dari 2 lomba tersebut, dia bisa mengantongi hadiah yang mencapai 400 jutaan rupiah.

Ketika ditanya, apakah dia memiliki tehnik atau resep khusus untuk menjadi juara ?,  menurutnya tidak memiliki rahasia khusus. ”Tapi kuncinya enjoy dan jangan ngotot” begitu katanya.  Itu standar yang dia tetapkan untuk mancing. Dan untuk mancing memang dia punya anggaran khusus, sehingga tidak mengganggu ekonomi keluarga.

Demikian juga dalam hal tugas utama, tidak boleh terganggu karena mancing. Jadi dia pergi mancing, ketika tugas utama selesai atau tidak mengganggu untuk tugas-tugas selanjutnya.

Karena dia tidak mau ngotot untuk mancing, kalau modal untuk mancing tidak ada, maka diapun siap berhenti mancing. Dan ketika udah punya modal, kembali mancing. Dari hadiah mancing tersebut, dia sisihkan untuk biaya mancing selanjutnya.

Dalam hal menggunakan umpanpun katanya dia tidak mau diatur oleh kedi. Dia yang mengatur kedi untuk membuat ramuan umpan. Jadi dia yang menentukan umpan berdasarkan insting yang dia miliki dari berbagai pengalaman dari berbagai lomba mancing.

Mengikuti mancing baginya bukan untuk mencari uang. Tapi untuk menyalurkan hobi. Jadi mancing adalah juga bagian dari olahraga, karena selama ini dia senang dengan olahraga. Dan ketika ditanya kepada dia apa manfaat mancing ?. Menurutnya adalah menyalurkan hobi dan juga menjalin  persaudaraan serta bersilaturahmi dengan teman-teman sesama pemancing.

Dasar utama dalam memancing di pemancingan adalah saling menghargai. Kalau tidak, mungkin akan ada orang yang saling berantam di pemancingan. Karena sering dilewati pemancing lain ketika mengajar ikan.

Penurutannya kepada FORTUNA, awalnya mengenal mancing itu dimulai dengan mancing pelampung.  Dan baginya mancing pelampung itu punya kebahagiaan tersendiri. “Ketika menunggu pelampung, terus diamati, diamati lagi dan ketika bergerak lalu disentak itulah nikmatnya mancing”, katanya.FORTUNA****

    Bagi para Hobi Mancing di Jabodetabek, apalagi pencinta mancing Bandeng,  mungkin merasa sulit untuk mencari tempat mancing ikan Bandeng. Karena ikan bandeng tidak bisa hidup di air tawar, harus di air payau ( asin ), maka mungkin akan sangat susah mencarinya. Dan saat ini ada di daerah Jalan Pulau Cangkir, Kelurahan Kronjo, Kecamtan Krojo Tangerang, namanya pemancingan Hawaii.

     Bagi mereka yang ingin merasakan sejuknya hembusan angin laut yang konon sangat berguna bagi kesehatan, terutama bagi mereka yang mengalami  gangguan sesak pernafasan, maka lokasi ini sangat cocok menjadi lokasi mancing sambil menikmati ikan bandeng bakar. Di pemancingan ini tersedia tempat mancing untuk kiloan maupun untuk mancing lomba.

Pemancingan Hawaii terdiri dari kolam kiloan dan lomba

    Pemancingan ini memiliki areal yang cukup luas, dilengkapi dengan saung yang rapi untuk tempat beristirahat, kantin,  musholla, dan juga tempat parkir yang nyaman.  Areal yang yang memiliki luas 13 ha itu, sebagian dimanfaatkan untuk kolam pemancingan dan sebagian lagi  untuk tambak udang. Pemancingan untuk kiloan sudah ditata dengan baik, dilengkapi dengan saung, kursi-kursi dan meja meja. Tapi untuk kolam lomba masih terbuka.

   Menurut pemiliknya, untuk kolam lomba ikan yang tersedia adalah ukuran 1 kg ke atas sampai 2, 5 kg.  Jadi kalau ikannya sudah besar, maka perlawanan ikan  sangat kuat.

Pemancingan Hawaaii dengan berbagai fasilitas, diantaranya saung yang nyaman

Sensasi Mancing Bandeng

       Bagi para Hobi mancing,  yang ingin merasakan sensasi mancing Bandeng, mungkin sudah banyak yang tahu, dan bagaimana nikmatnya mancing bandeng.  Ketika pancing “strike” ikan akan kabur ke sana ke mari dengan kencangnya,  memberikan perlawanan yang dahsyat sehingga pertarungan saat mancing sangat seru.

      Dan ketika kita mencoba untuk melakukan perlawanan, dan menahan perlawanan ikan, maka ikan akan berusaha meloncat ke udara. Perilaku seperti ini mirip dengan perilaku ikan Marlin yang menjadi favorit pemancing laut.  Perilaku perlawanan ikan bandeng saat dipancing tersebut akan terus berlangsung berkali-kali, bertahan lama  dan membuat pemancing harus membutuhkan keahlian dan stamina yang cukup untuk menaklukkan ikan. Demikian juga peralatan pancing harus yang betul-betul kuat.

Ikan Bandeng sangat liar dan kuat saat berusaha melepaskan diri dari kail

     Perlawanan ikan Bandeng  sangat beda dengan ikan Mas, memang belum ada yang bisa memberikan ukuran yang pasti, tapi dari pengalaman mancing, kalau ikan bandeng 1 kg perlawanannya bisa hampir menyamai 6 atau 8 kg ikan mas. Tapi karakter perlawanannya sangat bertolak belakang.

    Kalau dilihat dari karakter agresifitasnya ketika saat dipancing. Maka ikan mas biasanya, dia hanya melakukan perlawanan lari kiri atau ke kanan atau mengendap ke bawah, ikan tidak melakukan perlawanan meloncat. Tapi kalau ikan Bandeng, dia akan memberikan perlawanan yang  gencar, dan sering meloncat ke udara.

    Perlawanan seperti inilah yang sangat diidam-idamkan para pemancing. Sensasi strike akan membuat andrenalin mengalir dan kepuasan memancing tersalurkan. Anda ingin merasakannya, silahkan mencoba.

Pemancingan Hawaii

Pemancingan ini awalnya adalah tambak udang. Cerahnya potensi tambak udang ketika itu, membuat pemiliknya mengerahkan semua kekuatan untuk bergelut dalam usaha tambak udang. Karena seriusnya menekuni tambak uang tersebut dia sempat memiliki 39 ha tambak udang yang sebagian lagi disewa.

Kolam Lomba diisi dengan ikan bandeng super

Pasang surut tambak udang, membuatnya melirik tambak kerapu yang sempat booming. Namun belakangan ini tambak kerapu kemudian dibom oleh munculnya ikan Risca sejenis kerapu yang harganya lebih murah sementara mutunya hampir sama, sehingga tambak ikan kerapu pun hancur.

Belajar dari pengalaman tersebut dia mulai mengelola tambak ikan bandeng. Yang kemudian dijadikannya jadi tempat pemancingan. Baik kiloan maupun untuk lomba. Tapi belakangan kolam lomba kurang energi untuk menjalankannya karena kekurangan sdm yang bisa mengelola pemancingan tersebut.

Jadi yang berjalan pada umumnya yakni Hari Sabtu dan Minggu dan pada hari-hari libur adalah mancing kiloan. Tapi pemiliknya melihat bahwa peluang untuk mancing bandeng ini memiliki peluang cerah dan masa depan, sehingga dia merencanakan akan kembali membuka kolam lomba bandeng.

Salah satu ikan bandeng yang berhasil dipancing hanya dengan 15 menit

Untuk itu dia sudah mempesiapkan ikan-ikan bandeng ukuran jumbo yang bobotnya minimal 1,5 kg dan yang paling besar 3 kg.

Lomba akan dimulai hari Rabu, Kamis, jumat, Sabtu dan Minggu. Sementaraa untuk mancing kiloan setiap saat buka. Silahkan mencoba.

Tehnik Mancing Bandeng.

Mancing Bandeng ssebnanya tidak begitu sulit kalau mengerti karakter ikan ini. Pertama yang harus dilakukan adalah mengupayakan ikan tidak takut. Karena ikan bandeng sangat sensitip terhadap gerakan dan suara.

Oleh karena itu ikan bandeng cenderung jauh dari lapak. Dan untuk mancingnya pun harus jauh melemparnya. Setelah pancing dilempar usahakan jangan membuat pancing grasak grusuk. Karena ikan akan pergi menjauhi pancing.

Bapak Afuk

Umpan untuk mancing bandeng adalah pelet apung. Pelet dimasukkan ke mata pancing, dimana rangkaian mata pancing adalah maksimal 3.  Supaya ikan tidak menderita ketika strike. Dimana mata pancing akan melilit di tubuh ikan dan membuat ikan bisa mati.

Memancing bandeng harus menggunakan pelampung. Hal ini agar kita bisa mengamati gerakan umpan ketika disambar ikan. Pelampung yang biasa digunakan adalah pelampung yang bulat besar sebesar bola golf.

Rangkaian peralatan pancing harus yang kuat dan kokoh, karena ikan memiliki kekuatan yang luar biasa seperti ikan di laut. Jadi jangan anggap sepele.

Ketika memancing bandeng tidak boleh memberi kesempatan tali pancing kendor pada saat strike. Apabila kendor, ikan akan berupaya melepaskan diri dengan memutar badan terbalik.

Dan ikan yang sudah terpancing pada hari itu, sangat tidak mungkin bisa dipancing kembali, karena dia sangat takut dan gampang stress. Oleh karena itu pula ikan bandeng tidak boleh berlama-lama ditahan di darat setelah terpancing karena ikannya gampang mati.

Untuk pemancing yang belum memiliki perangkat pancing Pemancingan Hawaii telah mempersiapkannya untuk di sewa. Selamat mencoba mancing bandeng di Pemancingan Hawaii, Tangerang. FORTUNA****

Animo yang bagus akan lomba berkelanjutan membuat banyak pemancingan menerapkannya. Sistem lomba ini terlihat dapat mengatasi kekosongan yang dihadapi para pemancingan saat ini. Pemancingan Telaga Harapan Indah juga melihat peluang itu. Pemancingan Telaga Harapan Indah yang berlokasi di Perumahan Harapan indah, Bekasi, Jawa Barat, ini telah menjalankan 3 kali Final Lomba Rally. Karena mempunyai daya tarik yang tinggi, membuat Pemancingan Telaga Harapan Indah akan terus mengadakan lomba rally. Lomba seleksi untuk mencari tiket final selalu diadakan setiap hari selasa, jumat, mulai pukul 19.00 WIB, serta minggu mulai pukul 18.00 WIB. Lomba seleksi ini diadakan selama 16 kali, dengan tiket utama Rp. 300.000/Lomba. Setiap lomba memilih 3 juara induk terberat untuk masuk dalam lomba final. Total 48 peserta dalam final. Final lomba rally II ini diadakan pada tanggal 25 November 2017 mulai pukul 18.00 WIB dan berakhir pukul 22.00 WIB. Waktu yang digunakan Lomba seleksi dan lomba final, sama-sama berdurasi 4 jam.

Final Lomba Rally Tahap II Pemancingan Telaga Harapan Indah

Peserta yang ikut dalam lomba final, sebagian besar berdomisili Bekasi, dan Jakarta. Hasil lomba seleksi, didapatlah 48 lapak. Keseluruhan lapak bertanding memperebutkan 5 kategori juara, yakni posisi 1 sampai dengan 3 merupakan juara induk terberat, dan posisi 4 adalah Total Poin, serta 5 adalah Total terberat.

Setelah 16 kali seleksi, pemancingan melakukan jeda hingga 1 minggu lebih untuk pelaksanaan final bahkan kurang, tergantung waktu yang tepat. Para peserta yang sudah mendapat di tiket final akan langsung dikabari melalui sms dan telepon.

Berdasarkan penuturan Nanang selaku panitia lomba, banyak peserta yang mendapat tiket final lebih dari 1, bahkan ada yang mendapat 5 tiket (sijulupapat). Melihat peluang akan tinggi, banyak juga peserta memakai seluruh lapak. Namun tidak sedikit juga yang menjual tiket final. Beredar info bahwa tiket final tersebut dihargai 1,5 juta.

Rp 300.000 bisa dapat motor

Nanang menuturkan penambahan jumlah harga tiket, mengikuti jumlah hadiah yang diberikan. Pada lomba rally pertama, tiket utama yang dikenakan Rp. 250.000, kini tiket utama Rp. 300.000, jika peserta ikut ekstra C Hitam dan C merah (C hitam 2 x Rp. 50.000, C merah 2 x Rp. 50.000) menjadi Rp. 500.000, jika ikut tiket SS jadi 700.000. Sebagai informasi kepada para pembaca, tiket ekstra adalah tidak wajib. Berdasarkan penuturan Nanang, peserta yang ikut dalam lomba final rally II ini sebagian besar ikut tiket ekstra.

Pemancingan Telaga Harapan Indah menawarkan banyak pilihan kepada pemancing setianya. Selain lomba rally, pemancingan ini juga menerapkan lomba berbonus dengan tiket 150.000, C hitam Rp. 50.000 dan C merah  Rp. 50.000. Uniknya lomba ini adalah dengan minimal 6 peserta, maka juara induk pertama akan mendapat 1 tiket mancing gratis untuk mancing selanjutnya, untuk jumlah peserta diatas 16 sampai 30, juara yang mendapat tiket gratis adalah 2 induk terberat. Untuk peserta dengan jumlah diatas 31 hingga 48, maka 3 induk terberat mancing gratis. Lomba ini selalu diadakan pada senin, rabu, dan  sabtu.

Bapak Khaidir

Animo pemancing atas lomba rally ini sangat bagus. Nanang menuturkan bahwa setiap lomba seleksi, lapak selalu penuh. Ketika ditanya apakah ada keluhan dari pemancing masalah harga tiket, dia menjelaskan bahwa tidak ada komplain dari peserta dan pemancing.

Untuk mendukung lomba ini, salah satunya adalah penambahan ikan. Namun penambahan ikan sudah dilakukan secara rutin oleh pemancingan Telaga Harapan Indah, tidak harus selalu ada lomba baru ditambah, karena sudah menjadi agenda. Khusus lomba final lomba rally II ini ada penambahan ikan induk sebanyak 10 ekor, ukuran 8-10 kg. Ikan terberat di Telaga Harapan Indah saat ini berukuran 12 Kg. Sebagian besar ikan yang ada di kolam Telaga harapan Indah adalah Ikan banten.

Bapak Ali

Hadiah untuk juara kali ini tergolong menarik, karena lomba dengan tiket Rp. 300.000 bisa mendapat 3 sepeda motor. Besarnya hadiah tentu menarik minat yang tinggi. Pemancing yang berhasil mendapat hadiah motor tidak lagi dikenai pajak, karena pajak sudah ditanggung pengelola. Jika pemancing jeli, pasti akan hitung-hitungan mengenai tiket Rp. 300.000 tapi bisa berpeluang dapat 3 hadiah motor, begitu penjelasan H.Rusli pada waktu yang berbeda. Ia menjelaskan untuk tambahan hadiah motor ini, pemilik sengaja merogoh kocek dari kantung sendiri, karena kalau hanya mengandalkan tiket Rp. 300.000 tentu tidak akan dapat 3 buah sepeda motor, begitu penjelasannya. Sebagian besar hadiah berupa sepeda motor diambil, tidak diuangkan, tapi motor bisa diuangkan (diambil dalam bentuk uang).

Ketika ditanya apakah dalam waktu dekat akan mengadakan lomba dengan tiket besar, Nanang menuturkan bahwa untuk sekarang ini hanya lomba rally dan lomba berbonus. Memang ada rencana lomba besar, tapi belum ditentukan kapan waktunya, karena masih direncanakan, begitu jawabnya.

Panitia Lomba Nanang (duduk)

Jika dibandingkan antara lomba rally dan lomba berbonus atau harian, animo untuk harian agak kurang, tapi untuk lomba rally sangat bagus, jawab Nanang

Lomba rally keempat sudah berlanjut bahkan ketika berita ini diturunkan sudah melangsungkan final lomba rally III. Ketika ditanya bagaimana agar pemancing tak ketinggalan info, biasanya pengelola sudah ada nomor-nomor telepon seluler pemancing langganan, ketika akan ada lomba, pemancing akan dikabari melalui sms namun sebagian besar pemancing langganan sudah mengetahui lomba dan jadwal

Keseluruhan lomba yang dilaksanakan Pemancingan Telaga Harapan Indah, menggunakan aturan galatama pada umumnya. Menurut Nanang sebagian besar pemancing masih suka aturan seperti itu, bukan sistem sah-sahan. Walaupun sebagian besar sudah mengetahui sistem sah-sahan.

Peserta sangat antusias untuk ikut lomba rally

Walaupun sudah mendapat tiket final, tetap saja lapak dilakukan pengundian ketika akan dimulai, sehingga para peserta harus wajib daftar ulang. Meskipun sebagian besar peserta telah mengetahui aturan yang ada, panitia akan tetap mensiarkan peraturan lomba sejak awal.

Nama-nama juara Tahap II :

  1. Raja Jablay dengan berat ikan 9,85 Kg mendapat hadiah sebuah sepeda motor Honda vario
  2. Raja empang dengan berat ikan 9,75 Kg mendapat hadiah sebuah sepeda motor Honda Beat
  3. Anda pasti beruntung berat ikan 9,7 Kg mendapat hadiah sebuah sepeda motor Honda Revo.

Juara Tahap III :

  1. Bunga desa dengan berat ikan 9,95 Kg
  2. Can Ci Men dengan berat ikan 9,65 Kg
  3. Stepani dengan berat ikan 9,45 Kg

FORTUNA****

Gaung lomba berkesinambungan terlihat di berbagai pemancingan. Sistem lomba dengan cara mencari juara tiap kali lomba untuk mendapat tiket final ini, mendapat sambutan hangat dari pemancing galatama professional. Sistem ini membuat pemancing dan pemancingan semakin terikat. Pemancingan Telaga Joglo juga mengadakan hal yang serupa. Pada tanggal 12 November 2017 yang lalu, diadakan Lomba Final grand prix Telaga Joglo. Final ini terselenggara setelah diadakan sejak bulan Agustus. Lomba keseluruhan diadakan sebanyak 11 kali setiap hari sabtu. Total tiket keseluruhan untuk 11 kali lomba Rp. 6.000.000, diambil juara sebanyak 4 lapak. Selama 11 putaran lomba akan mendapat 44 lapak, sisa 6 lapak diundi dan diambil dari juara 5 dari 11 putaran lomba, durasi lomba setiap sabtu 4 jam, dari jam 14.00 WIB hingga 18.00 WIB , untuk lomba final 6 jam dimulai pukul 15.00 WIB hingga 21.00 WIB. Keseluruhan lapak yang disediakan sebanyak 50.

Final Telaga Joglo Cup I. berlangsung seru

Lomba grandprix memakai aturan sistem sah-sahan (kail yang benar-benar menancap pada mulut ikan, yang dapat diikutkan dalam kategori ikan terberat). Sebagai tambahan, aturan diperketat dengan dilarangnya pemancing melempar umpan antara 3 meter kebawah. Dan ini juga sudah dicoba dalam 3 bulan dalam semua lomba yang diadakan di Telaga Joglo. Lomba grand prix Telaga Joglo ini hanya memperbolehkan pemancing memakai satu joran. Umpan yang digunakan juga sama yakni pellet dan aci, mata kail maksimal 3 buah ukuran no. 6.

Sebagian besar peserta dari Karawang, Purwakarta, Bandung, Bekasi, dan Jakarta. Beredar kabar kalau tiket final ada yang dijual, dan ini dibenarkan panitia. ”Peserta memang ada yang mendapat 2 bahkan 3 tiket, karena itu ada yang menjual dengan harga Rp. 5 juta/tiketnya”, Ujar Dodi.

Salah satu peserta final Telaga Joglo Cup I

Kepada FORTUNA, Dodi menuturkan bahwa ada penambahan ikan rame sebanyak 700 ekor, ukuran 2-3 kg. Dan untuk mendukung lomba tersebut, kolam diliburkan satu hari sebelumnya. Dengan total tiket keseluruhan Rp 6 juta, peserta diharuskan dan diwajibkan ikut dalam setiap lombanya pada hari sabtu. Namun ada pilihan lain jika pemancing merasa waktunya kurang pas. Untuk hari Selasa dan kamis diberlakukan ”paket turnamen” dengan sistem seleksi yang sama dengan grand prix. Hanya saja tiket yang diberlakukan hanya sebesar Rp. 250.000 per lomba dan ini tidak memaksa peserta untuk selalu ikut dalam lomba paket turnamen setiap saat. Paket turnamen ini baru dimulai bulan Oktober tahun lalu. Setiap lombanya diambil 3 juara, sebanyak 16 kali lomba, sehingga terkumpul 48 lapak, dan sisa 2 lapak diundi khusus peserta yang mendapat juara 4. Paket turnamen ini ditentukan dari jumlah peserta yang ikut. Jika diatas 25 lapak diberlakukan paket turnamen, dibawah 25 lapak menjadi galatama biasa. Lomba dimulai dari jam 15.00 WIB hingga 18.00 WIB. Yang menarik untuk lomba paket turnamen ini, ikan jackpot diberlakukan. Sebagai informasi kini total jackpot mencapai 35 juta untuk ikan patin dan ikan merah 10 Kg up, dan ikan kumpay Rp. 1.500.000.

Panitia Lomba Telaga Joglo

Berbeda dengan lomba grandprix setiap sabtu, final turnamen telaga joglo cup I ini mengambil 10 kategori juara ikan induk terberat, tidak total poin dan total terberat. Kepada peserta yang berhasil mendapat tiket final, tidak dikenakan sedikitpun biaya tiket. Jika ingin ikut serta dalam tiket ekstra, peserta harus merogoh kocek untuk C hitam 4 kali x Rp. 100.000 , untuk C merah 4 kali x Rp. 100.000 (per sesinya 1,5 jam), SS hitam 2 kali x Rp. 350.000 (per 3 jam), dan SS merah 2 kali x Rp. 500.000 (per 3 jam total tiket ekstra Rp. 2.500.000. Tiket ekstra ini tidak wajib, bahkan berdasarkan penuturan panitia ada peserta yang polos alias tidak memakai tiket ekstra.

Antusias yang tinggi mengenai event ini, membuat para pemancing peserta final bahkan pemancing lainya, bertanya apakah sudah dibuka pendaftaran untuk Turnamen Telaga Joglo Cup II. Dodi selaku panitia menuturkan bahwa benar ada peserta yang berniat untuk ikut turnamen selanjutnya, namun pihak Pemancingan Telaga Joglo masih menahan diri untuk menentukan waktu (dalam artian menunggu waktu yang tepat, dan menyusun rencana yang matang untuk selanjutnya dan persiapan agar lebih baik).

Sebagian besar peserta Turnamen Telaga joglo Cup I adalah pemancing langganan. Untuk mendapat jumlah peserta yang ditargetkan, Pemancingan Telaga Joglo selalu menyiarkan kepada pemancingan setiap harinya, selain itu juga menyebar brosur dan mengirimkan pesan pendek ke pemancing langganan.

Jalannya Lomba

Jumlah ikan rame dan ikan induk yang sangat banyak, membuat peserta sangat puas menarik. Bahkan posisi juara selalu saling tumpang tindih. Menjelang 30 menit lomba akan berakhir, ikan induk naik bertubi-tubi. Karena semua ikan induk yang naik adalah ikan sah, panitia kelabakan hingga harus selalu memperbaharui kedudukan posisi juara. Dari awal lomba, cuaca cerah dan suhu tidak terlalu panas, sehingga ikan benar-benar makan. Keluar sebagai juara Kinanti I, ikan juara didapat pada pertengahan lomba. Dan uniknya umpan yang digunakan Kinanti I sangat baik, sehingga menggondol juara ikan induk posisi kedua. Salah satu pemancing Jakarta ikut bertengger di barisan ketiga yakni Qiu-Qiu. Secara keseluruhan lomba berlangsung dengan sangat baik, terutama dari segi jumlah ikan. Banyak sekali ikan induk yang naik namun tidak sah karena kail tidak menancap sempurna di mulut ikan. Peserta pun terlihat puas dengan jumlah ikan rame yang banyak, hal ini membuat pemancing sellau menarik ikan.

Para Juara

  1. Kinanti 1 lapak 40 berat ikan 10,9 Kg (merah) mendapat hadiah uang tunai Rp. 50 juta
  2. Kinanti 1 lapak 40 berat ikan 10,8 Kg mendapat hadiah uang tunai Rp. 20 juta
  3. Qiu-Qiu lapak 30 berat ikan 10,75 Kg mendapat hadiah uang tunai Rp. 10 juta
  4. Kinanti 2 lapak 32 berat ikan 10,55 Kg mendapat hadiah uang tunai Rp. 6 juta
  5. Sileungli lapak 37 berat ikan 10,3 Kg mendapat hadiah uang tunai Rp. 4 juta
  6. Rang-Rang I lapak 04 berat ikan 10,1 Kg mendapat hadiah uang tunai Rp. 3 juta
  7. Murugul lapak 14 berat ikan 10 Kg mendapat hadiah uang tunai Rp. 2 juta
  8. Nindita lapak 46 berat ikan 9,85 Kg mendapat hadiah uang tunai Rp. 1,5 juta
  9. Rang-Rang I lapak 04 berat ikan 9,2 Kg mendapat hadiah uang tunai Rp. 1,5 juta
  10. Khainun MR lapak 40 berat ikan 9,0 Kg mendapat hadiah uang tunai Rp. 1,5 juta

 

Kinanti I

Lapak 40 pada Final Turnamen Telaga Joglo Cup I mendominasi jalannya lomba. Lapak yang diduduki Kinanti I berhasil menggondol 2 posisi juara sekaligus yakni juara I dan II. Lapak tersebut diisi pemancing dengan nama asli Adang Cariyat. Bapak dari 2 anak ini memang penggila mancing. Sudah 15 tahun beliau mancing. Kegiatan mancing ini sudah menjadi hobi baginya. ”kalau pulang kerja, pasti langsung mancing”, ujarnya. Pria berumur 54 tahun ini mengenal mancing  karena ketularan dari temannya yang sehabis jam kantor langsung pergi mancing. Awalnya hanya melihat-lihat, ketika teman menyodorkan joran dan bertarung dengan ikan, dari situlah tingkat ketagihan meninggi. Mulai membeli peralatan mancing kecil-kecil, dan akhirnya menjadi kegiatan rutin.

Kinanti I

Pria asli sunda ini berdomisili di Bandung, ketika ditanya dimana ia sering mancing, maka ia menjelaskan lokasi-lokasi di sekitar Bandung seperti Cibeber, Ratu Mas Ayu, Purwakarta. Di luar kota Telaga joglo, Tirta gadog, Telaga Mina, dan PIK.

Menurutnya yang disuka dari mancing adalah karena ada seninya, hadiah nomor sekian, tarikan ikan yang lebih dominan. Meracik umpan yang sesuai dan melatih kejelian serta kesabaran. Kepada FORTUNA ia menuturkan dalam seminggu bias 3 kali memancing.

Dia mengikuti lomba Telaga Joglo Cup I dari awal hingga final. Menurutnya untuk panitia Telaga Joglo pelayanannya sudah bagus, dan nafsu makan ikan juga bagus. Dari sisi tempat sangat bagus dan bersih. Dan jumlah ikan juga sangat bagus, sehingga banyak tarikan. Kinanti mendapat dua tiket di final, dan itu dipakai semua. Tiket final ini ia peroleh pada lomba ketiga dan Kedelapan. Dan untuk event final ini, ia khusus meracik sendiri umpannya. FORTUNA****

invisible hit counter