Pemancingan BHS menyelenggarakan lomba mancing September yang lalu.  Lomba ini merupakan lomba besar  rutin setiap  akhir bulan. Para peserta datang dari seputar Jawa Barat dan Jakarta.

    Lomba di selenggarakan mulai pukul 14.00 dan beakhir pukul 20.00 Wib.  Walau lomba biasa tapi tetap dipeesiapkan betul.  Artinya ikan babon juga ditambah agar para pemancing betul-betul puas.

   Lomba sedikit terganggu karena turunnya hujan yang pertama di Sumedang. Walau tidak besar, tapi tampak lomb awal sempat terpengaruh turunnya hujan. Mungkin ikan i kolam sedang beradap tasi.

Lomba ini  juga menjadi ajang ujicoba lomba besar yang akan di slenggarakan 14 Okober 2017 dalam rangka memperingati HUT BHS yang ke 4. Sejak 4 tahun yang lalu pemancingan ini di buka, pemiliknya mengaku selalu belajar dan belajar terus. Mulai dari memange air, mempelajari karakter ikan dan memelihara ikan dengan baik.

 Pemancingan yang dibangun dengan konsep matang dengan jangkauan jauh ke depan terus mengalami perbaikan an pembangunan. Mulai dri fisik pemancingan dan juga sarana dan prasarana.

 

   Dengan adanya rencana pemerintah membangun Bandar udara di Kerta Jati dan juga sedang di tuntaskannya pembangunan jalan Tol subang memberi angin segar dan masa depan pemancingan. Karena di samping berada  perbatasasan  beerapa Kabupaten Jawa Barat seperti Tasik, Cirebon, Garut, Subang dan Bandung, pemancingan ini naninya  juga menjadi  tujuan utama pemancing Jabodeabek,

   Pemancingan ini terasa  semakijn kuat karena adanya pemancing lokal yang menjadi pelanggan mancing harian BHS. Jadi dengan dukungan pemancing lokal yang panafik, maka tidak  bisa dipungkiri masa depan pemancingan pun akan cerah.

  Hal ini juga didukung  dari  pelayanan yang baik dari para karyawan,   paniia pemancingan dan juga  pegawai restoran yang selalu ramah dan bersahaja melayani para tamu yang datang ke sana.

  Lomba ini juga menjadi ajang percobaan kesiapan pemancingan untuk lomba tanggal 14 Oktober 2017.  Karena dalam lomba ini juga diumumkan tentang lomba HUT.  Dalam lomba tidak di sediakan piala, tapi Cincin Emas 24 karat yang beratnya 10 gram.

Lomba yang awalnya di rencanakan menggunakan 68 lapak dengan satu joran  itu, kemudian berubah menjadi 50 lapak dengan dua joran. Hal ini atas permintaan para pemancing. Dan menurut Bapak Hardi, kalau atas permintaan pemancing maka dia tidak bisa menolak.

Jalannya lomba.

    Walau awalnya agak terganggu dengan turunnya hujan, namun ketika  hujan berhenti loma berlangsung baik dengan pola makan  ikan yang baik. Posisi kedudukn juara  mulai erjenjang dan terus naik dan naik.

Dan ketika lomba berakhir kedudukan juaraa adalah sebagai berikut :

  1. Kaka Lpl. 23 dengan beraat ikan 10, 25 KG
  2. Neng Eva Lapak 39 berat ikan 10, 15 kg
  3. Kaka lapak 23 dengan berat ikan 10, 15 kg
  4. Angrek Borneo Lapak 09 dengan berat ikan 9, 55 kg
  5. Santana Mataram lapak 32   berat ikan  9, 45 kg
  6. Juara induk 7 kg up : Di raih tiga orang masing masing 5 ekor. Wangsug lapak 28, Juragan,  lapak 3 dan  Betet jaya,  di lapak 27, Untuk total induk di utara dimenangkan oleh lapak 29 Babanda 103 ekor, Selatan lapak 21, Neng Dea  87 ekor.

Pemancingan Balong Hardi Sumedang  ( BHS )  Grand opening tanggal 13 Oktober 2013 yang lalu. Grand opening itu ditandai dengan lomba   mancing eksekutive paling spektakuler dan paling bergengsi di Indonesia saat itu.

     Paling spektakuler, dilihat dari besarnya hadiah yang disediakan, dan juga besarnya harga tiket yang dikenakan. Yakni dengan total hadiah di atas Rp  1,185 miliar, dan total harga tiket Rp 35.000.000, yang mencapai rekor tertinggi di pemancingan galatama Indonesia hingga saat itu.

Adapun susunan Hadiah  saat itu adalah sebagai berikut :

  1. Mobil BMW 320i Executive Rp 500.000.000,-
  2. Mobil Honda City A/T          Rp 250.000.000,-
  3. Mobil Honda Brio A/T Rp 150.000.000
  4. Mobil Grand Max  MB          Rp 100.000.000,-
  5. Motor Kawasaki Ninja 250 CC Rp 50.000.000
  6. Hadiah ke VI s/d X masing-masing Rp 15.000.000
  7. Total Induk 7 kg up Rp 30.000.000
  8. Total ikan terbanyak Rp 30.000.000

     Lomba diikuti para peserta dari Jabodetabek, Jawa Barat, Bengkulu, Jambi,  dan Jawa Timur yang berjumlah 64 peserta dari 68 lapak yang disediakan. Saat ini 4 tahun sudah berlalu. Di usia 4 tahun tersebut disuguhkan berbagai  upacara sepabagai bagian dari ucapan syukur.

    Dalam menjalani 4 tahun itu banyak suka dasn juga tak terlepas duka.  Kematian ikan sering menjadi penyebab  utama. Tapi ketika dayung di kayuh semuanya terlewati.  Kini haapan menatap ke depan sebuah pulau  tempat menumpahkan semua harapan dan doa, agar usaha langgeng dan sukses terus. Selamat HUT ke 4 Pemancingan Balong Hardi Dumedang.

LOMBA MANCING HUT Ke IV

Dalam rangka memperingati HUT Pemancingan Balong Hardi Sumedang  (BHS) menyelenggarakan  lomba mancing Galatama eksekutive  tingkat nasional  dengan  total hadiah Rp 500 juta lebih dan tiga buah cincin emas  masing-masing dengan berat 10 gram.

Lomba berlangsung  tanggal 14 Oktober 2017 dimulai pukul 15.00 WIB dan berakhir pukul 20.00 WIB.  Lomba diikuti 50 peserta  (lapak) dengan mengenakan tiket Rp 20 juta untuk 2 joran.  Yang diikuti para peserta dari seluruh Indonesia mulai dari Sumatera sampai Papua. Wilman dari Jambi dengan nama  tim mancing Induk semang Jambi, berhasil menggondol dua juara yakni juara 1 dan 3. Untuk keberhasilannya itu, dia mengantongi hadiah sekitar Rp 250 juta lebih ditambah 2 Cincin emas 24 Karat dengan bobot masing-masing 10 gr.

Pemancingan BHS saat ini adalah pemancingan galatama eksekutive paling moderen dan paling lengkap. Pemancingan yang dilengkapi dengan hotel penginapan dan kolam pembesaran serta karantina dengan luas hampir satu Ha.  Pemancingan ini dibangun oleh pemiliknya Achmad Hardi yang juga adalah pakar mancing sekitar 4 tahun yang lalu.

Dalam perjalanannya  selama 4 tahun ini, pemancingan ini telah  mengalami peningkatan yang sangat signifikan dalam fasilitas dan sarana prasarana. 

Dan saat ini pemancingan telah memasukkan ikan dengan total 12.000 ekor.  Dan menurut pemiliknya pemancingan menargetkan sampai 15,000 ekor yang terus ditambah setiap ada lomba.

 Dalam lomba tersebut keluar  pemenang adalah sebagai berikut :

  1. Juara induk terberat 1 dimenangi oleh Induk Semang Jambi, menempati lapak 18 dengan bobot ikan 11,75 kg mendapat hadiah  tabanas Rp 200.000.000,- piala dan 1 buah Cincin emas  seberat 10 gr.
  2. Juara Induk terberat ke 2 dimenagni oleh Melano 1 menempati lapak 10 dengan berat ikan 11,40 kg mendapat hadiah tabanas Rp 100.000.000,- piala dan 1 buah Cincin emas  seberat 10 gr.
  3. Juara 3 dimenangi oleh Induk Semang Jambi, menempati lapak 18  dengan bobot ikan 11, 55 kg mendapat hadiah Rp 50.000.000,- piala dan 1 buah Cincin emas  seberat 10 gr.
  4. Pemancingan T. Joglo menempati lapak 1 dengan berat ikan 10,35 kg mendapat hadiah Rp 30.000.000 dan + piala
  5. Sero Mas menempati lapak 14 denan berat ikan 10,20 kg mendapat hadiah Rp 20.000.000,- + piala
  6. Bulan Bintang menmpati lapak 9 dengan berat ikan 10, 10 kg mendapt hadiah  Rp 5,000,000 + Medali.
  7. SN menempati lapak 31 dengan berat ikan 00 kg mendapat hadiah Rp 5,000,000 + medali
  8. Bintang Cisadane lapak 12 dengan berat ikan 10 kg, mendapat hadiah Rp 5.000.000 + Medali.
  9. Manto Papua lapak 2 dengan berat ikan 10 kg mendapt hadiah Rp 5.000.000 + Meali
  10. Euweuh Kapur lapak 45 dengan berat ikan 9,95 kg mendapt hadiah Rp 5.000.000 + Medali
  11. Total induk 7 kg up terbanyak SN  lapak 31 dengan total 6 ekor  Mendapat hadiah Rp  000.000 + piala
  12. Total terbannyak sebelah utara Tiga Berlian Sukabumi lapak 27 dengan total  76 ekor. Mendapat hadiah Rp 10.000.000 + Piala
  13. Total terbanyak sebelah selatan Babanda lapak 5 dengan total induk  104 ekor. Mendapat hadiah Rp 10.000.000 + Piala
  14. Hadiah di atas belum termasuk hadiah SS,  4 kali  hadiah  C hitam dan 4 kali hadiah C merah dan hadiah SS.  2 kali

Wilman Jambi menyabet 2 Juara.

        Wilman Jambi ( dengan nama tim Induk semang Jambi ) menyabet 2 juara. Kemenangan ini menjadikannya menjadi bintang lomba HUT BHS ke IV. Betapa tidak, dengan kemenangan itu dia berhasil membawa hadiah uang meinimal 250 jura rupiah di tambah 2 buah cincin mas dengan masing-masing berat 10 gr.

      Wilman Jambi memang sudah absen mancing selama 1 tahun. Dan dimasa dia masih aktif dia terkenal dengan kesuksesannya mancing karena sering menjadi juara. Sehingga kehadirannya sering menjadi momok bagi peserta lain bila dia ikut lomba mancing.

    Kemunculannya kali ini juga sangat mengagetkan banyak pihak. Dan ketika nama diapun di sebut-sebut menempati juara satu banyak orang yang berdecak. Dan ketika lomba berakhir dia naik kepanggung dan membawa dua juara dan dua piala kesuksesan.

   Kehadiannya kali ini juga didukung keluarga dan rupanya doa keluarga membawa kesuksesan bagi dia. Selamat.Bung Wilman..... FORTUNA****

Tanggal 20 Agustus lalu di Pemancingan Telaga Tong Yang, mengadakan lomba mancing eksekutif dengan tiket besar. Lomba besar ini diadakan dalam rangka untuk memeriahkan hari ulang tahun Boboso. Lomba yang memakai nama Boboso 2 ini, diikuti oleh pemancing galatama professional, dari berbagai domisili. Sistem dan aturan yang digunakan memakai system yang sudah berkembang di Surabaya dan kini coba terus digalakkan di Jakarta yakni sistem sah-sahan. Aturan dimana kail harus menancap di mulut ikan, selain itu aturan lain yang digunakan adalah menggunakan 3 mata kail, serta umpan yang diperbolehkan adalah  pelet, sagu/aci, belut, dan mie halus

Lomba akbar ini dimulai dari pukul 15.00 WIB dan berakhir pada pukul 21.00 WIB. Cuaca hari itu sejak lomba dinyatakan dimulai sangat baik dan cerah, bahkan cenderung terik. Beberapa pemancing terlihat santai menikmati kondisi terik saat itu, namun ada beberapa yang merasa kurang nyaman sehingga memakai payung atau membetulkan posisi duduknya agak lebih kedalam, agar tidak terkena langsung terik matahari.

Lomba yang berskala nasional tersebut di banderol dengan tiket utama 12 juta, C Hitam 3 x Rp. 500.000, C Merah 3 X Rp. 500.000. Sehingga tiket lengkap Rp. 15.000.000. Lomba yang diikuti para galatama professional ini dibatasi hanya 46 lapak saja, dan terisi 45 lapak. Informasi ini didapat dari Sabar selaku panitia dari Telaga Tong Yang, padahal pemancingan ini Telaga Tong Yang memiliki 70 lapak. Peserta berasal dari Surabaya, Bandung, malang, Karawang, Sumedang, dan Jabodetabek.

Kepada FORTUNA, Pak Sabar selaku panitia dari Telaga Tong Yang menuturkan bahwa ia hanya membantu memfasilitasi permintaan dari Pak Boboso untuk melaksanakan lomba, dan dibantu oleh teman-teman dari Boboso yang tergabung dalam Grand Prix Fishing Tournament.  Dan salah satu panitia dari luar yang membantu adalah Pak Defri. Saat itu Pak Boboso menyerahkan semuanya kepada Pak Defri dan Pak Sabar. Menurut informasi yang didapat, Pak Boboso merayakan ulang tahun pada Bulan Agustus sehingga dirayakan dalam bentuk lomba mancing. Pak Boboso menuturkan bahwa lomba tersebut sebagai ajang silahturahmi, untuk lebih mempererat kebersamaan dan kekeluargaan. Karena sebagian besar para peserta mempunyai latar belakang yang berbeda satu dengan yang lainnya. Dengan acara kebersamaan seperti ini, bahkan dapat mengarah menjadi rekan bisnis yang mendukung satu dengan yang lainnya.

Pak Sabar menuturkan bahwa untuk lomba tersebut dibutuhkan persiapan selama 1 bulan dan satu hari sebelum lomba kolam sengaja diliburkan. Rangkaian persiapan dari pemberian vitamin dan obat untuk ikan agar kondisi ikan sehat hingga perbaikan fasilitas kincir air serta pengurasan air kolam dalam jumlah tertentu. Untuk lomba bergensi ini, Pemancingan Telaga Tong Yang juga menambahkan 60 ekor ikan induk berukuran 8 kg keatas.  Saat ini ikan terberat disana berukuran 11 Kg sekitar 5 ekor. Ikan telaga tong yang berasal dari berbagai daerah, seperti Subang, garut, Bogor, paling banyak dari Garut. Dan air yang digunakan dari air sungai kalimalang.

Lomba ini juga terasa khusus dari segi kategori juara, jika pada umumnya juara induk terberat hanya pada nomor 1 hingga 3 atau bahkan sampai 5, untuk lomba ini kategori juara induk terberat hingga nomor 6 dan juara ketujuh adalah Total terberat. Biasanya jika ada total terberat maka akan diikutsertakan juga juara total terbanyak, namun dalam lomba kali ini tidak ada. ”ini adalah permintaan langsung dari Pak Boboso, menurutnya akan memberi daya tarik sendiri”, penjelasan Pak Sabar

Lomba Ini sudah kedua kalinya diadakan di pemancingan Telaga Tong Yang. Pertama kali diadakan pada tahun 2016 yang lalu dan kini sudah menjadi agenda tahunan Pemancingan Telaga Tong Yang, penuturan pak Sabar.

Berbeda dengan lomba yang biasa diadakan di Telaga Tong Yang, kali ini lomba khusus memakai sitem sah-sahan, dan umpan yang diperbolehkan juga berbeda dengan lomba-lomba yang harian yang berbeda lainnya yakni kategori juara ada 7, dengan rincian juara I hingga Juara VI adalah induk terberat dan juara VII adalah Juara total terberat, tidak ada total poin. Kategori khusus  ini diminta oleh Boboso. Rencananya akan diadakan lomba eksekutif 1 bulan sekali, dan masih digodok serta survey permintaan pemancing.

Akses ke Pemancingan Telaga Tong Yang, jika dari Jakarta, keluar dari tol bekasi timur, ambil arah kalimalang ke kanan, kemudian kea rah Tambun, pada jembatan dua disamping Hotel grand Win. Atau ikuti angkutan umum nomor 39. Begitu penjelasan Pak Sabar.

Peraturan benar-benar ditegakkan dalam lomba apapun, baik harian atau lomba khusus seperti Boboso cup ini. Tujuannya agar menumbuhkan kepercayaan pemancing terhadap pemancingan, dan akan lebih meningkatkan kinerja para panitia lomba dan karyawan pemancingan supaya lebih melayani lebih baik para pemancing.

Juara I Rama ”mancing itu hiburan dan menjalin silahturahmi

Pemancing satu ini memang salah satu pemancing galatama professional. Setiap lomba galatama sering terlihat mengikuti. Namun belakangan intesitasnya mengikuti lomba mulai berkurang sejak lomba grand prix fishing tournament. Ia menuturkan bahwa sedang banyak kerjaan, sehingga lebih prioritaskan kerjaan daripada mancing. ”kalau harian masih mancing, hanya mengikuti lomba yang dikurangi. Lagipula kalau kita gak kerja, gimana bisa mancing, mancing bisa kapan aja”, begitu ujarnya. Salah satu alasan lainnya adalah jika lomba diadakan di luar kota, disitu pasti membutuhkan waktu yang banyak, tambahnya. Lagipula dia telah mancing selama 10 tahun lebih, dan menurut dia itu waktu yang cukup lama. Ia menjelaskan bahwa mancing adalah hiburan semata dan untuk menjalin siahturahmi dengan yang lain. Karena pemancing menganggap pemancing lain itu sudah dianggap saudara, sehingga tidak mungkin dihilangkan ikatan yang telah terjalin. Ia juga pernah mengadakan lomba mancing di tempat yang sama yakni Pemancingan Telaga Tong Yang, sekitar 4 tahun lalu. Ikannya yang  menjadi juara langsung bercokol sejak 30 menit dimulai lomba. Tak segan juga ia menuturkan umpan yang digunakan, yakni sagu dan mie halus. Pria yang berumur 47 tahun ini menuturkan bahwa tehnik sah-sahan ini sangat baik diterapkan, namun pengawas harus lebih baik lagi, agar system ini dapat diterima semua pihak. Pria ini memang penggila mancing, maka jangan heran jika perangkatnya itu terlihat apik dan tertata rapih. Ia tidak selalu menyerahkan kepada kedi untuk merawatnya, selalu disempatkan waktunya untuk merawat perangkat pancingnya, dan juga membeli segala perangkat yang dibutuhkan untuk mancing. Sebelum terjun ke galatama, ia telah lama menggeluti mancing laut, dan bahkan mempunyai kapal sendiri. Ia menuturkan mempunyai kapal yang bersandar di Tanjung Priok di Indonesia Power. Bahkan ia mempunyai komunitas mancing dan mempunyai agenda mancing dalam tiap bulannya, namun ia menjelaskan karena semua anggota terlihat sudah mulai fokus ke kerjaan dan kesibukkan masing-masing, maka semakin jarang berkumpul dan mancing. Menurutnya Boboso itu adalah teman dan bahkan seperti saudara sendiri, semoga beliau semakin diberkahi segala kelimpahan, sehat selalu, semakin sukses. Begitu harapannya kepada Boboso. FORTUNA****

Juara

  1. Rama Lapak 21 berat ikan 10,75 Kg
  2. Singo edan lapak 01 berat ikan 10,2 kg
  3. Telaga Cibubur lapak 20 berat ikan 9,7 Kg
  4. Kum-Kum lapak 61 berat ikan 9,65 Kg
  5. Zitang Braga lapak 45 berat ikan 9,55 Kg
  6. Akila Arik lapak 42 berat ikan 9,5 Kg
  7. Total terberat Super Nova lapak 70 dengan total berat 240,95 Kg
invisible hit counter