SUASANA LOMBA DI PEMANCINGAN TELAGA HARAPAN INDAH 14 OKTOBER 2017

Pada akhir-akhir ini lomba dengan sistem berkesinambungan, sedang mewabah diberbagai pemancingan. Lomba yang dibuat dengan menseleksi peserta hanya beberapa juara saja untuk sekali lomba, agar bisa masuk ke lomba final atau utama. Lomba dengan sistem ini juga diterapkan dalam pemancingan Telaga Harapan Indah. Lomba seleksi dilaksanakan setiap hari selasa dan jumat mulai pukul 19.00 WIB, serta minggu mulai pukul 18.00 WIB. Lomba seleksi ini diadakan selama 16 kali, dengan tiket utama Rp. 250.000. Setiap lomba memilih 3 juara induk terberat untuk masuk dalam lomba final. Total 48 peserta dalam final. Final lomba rally ini diadakan pada tanggal 14 Oktober mulai pukul 18.00 WIB dan berakhir pukul 22.00 WIB. Lomba seleksi dan lomba final berdurasi 4 jam.

Nanang selaku panitia lomba menuturkan bahwa animo pemancing untuk ikut serta dalam lomba rally ini tergolong bagus. Menurutnya ada peningkatan gairah pemancing dengan even seperti ini. ”pemancing seperti antusias dan respek dengan cara lomba seperti ini, ada tantangannya dan target, yang membuat lomba menjadi lebih kompetitif”, begitu penjelasannya mengenai lomba rally. Bahkan menurutnya berimbas ke lomba biasa, pemancing jadi kadang mancing lomba biasa untuk mencoba sebelum lomba rally dimulai. Dan kadang peserta lomba rally banyak cadangan, karena animo yang bagus tersebut. ”lomba harian dimulai jam 4 sore, kalau hari selasa dan jumat, begitu masuk jam 7 banyak yang ikut lanjut dalam lomba rally, hal ini membuat ada cadangan bisa 4 hingga 5 orang saat lomba rally”, penjelasannya.

Wiro Sableng Juara I

Berdasarkan informasi, peserta sebagian besar dari Bekasi, dan Jakarta. Untuk informasi kepada pemancing, biasanya pemancingan Telaga Harapan Indah selalu mengabari melalui sms. Aturan yang digunakan masih sama dengan galatama pada umumnya, yakni mata kail maksimal 3, bemper no 4, umpan yang diperbolehkan cendil dan pelet, penggunaan essen bebas. Penggunaan mie dan belut tidak diperbolehkan, biasanya hanya pada lomba-lomba besar saja. Ketika ditanya apakah ada dalam waktu dekat lomba tiket besar, Nanang menuturkan bahwa akan ada lomba 2 joran dengan tiket Rp. 1.500.000, hanya saja waktunya masih didiskusikan.

Rusli sebagai salah satu pemilik, menuturkan ”Lomba rally akan diadakan lagi, dengan hadiah ditingkatkan serta tiket juga sangat terjangkau”, begitu penuturan Pak H. Rusli. Menurutnya animo pemancing atas lomba rally ini sangat baik, sehingga sudah dipersiapkan kembali lomba rally tahap II, dimana tiket yang dikenakan hanya sebesar Rp 300.000, dengan hadiah lomba final 3 buah motor.” Maksudnya begini, jika pemancing boleh hitung-hitungan, maka akan didapat bahwa dengan tiket Rp. 300.000 bisa mendapat 3 buah motor adalah sangat lebih. Kalau hadiah motor hanya juara satu saja, terasa kurang menarik, sehingga kami dari kantong pribadi bantu sekian persen agar hadiah motor ditambah, jika ditanya besarnya, itu masalah intern, pemancing jika pintar berhitung akan merasa bahwa hadiah seperti ini sangat-sangat menarik”, begitu penjelasannya.

Para Juara Grand Prix Telaga Harapan Indah

Dia juga menambahkan bahwa hadiah keseluruhan pada lomba final ditaksir sekitar Rp. 50 juta. Lomba diadakan sama dengan tahap I yakni 16 kali. ”lagipula dengan adanya even ini, kedi-kedi jadi tidak mengganggur,” begitu tambahnya. Untuk lomba final ini, pemancingan Telaga Harapan Indah melakukan penambahan ikan. ”tidak banyak lah penambahan, hanya 10 ekor saja, ukuran terbesar yang ditambah ukuran 12 Kg”, begitu katanya.

Wiro Sableng Juara I

”Sensasi mancing”

Pemancing ini adalah juara final lomba rally, yang berhasil melalui beberapa tahap. Wiro Sableng, begitu nama yang digunakan dalam lomba mancing kala itu. Pria yang mempunyai nama asli Suparman ini menuturkan mengapresiasi baik atas lomba rally yang diadakan Pemancingan Telaga Harapan Indah, ”lomba sistem rally ini bagus, dan layak untuk rutin diadakan, hanya pelaksanaannya jangan terlalu sering, karena kantung pemancing terbatas,”, ujarnya

Pemancing yang baru 2 tahun menggeluti mancing ini menuturkan bahwa mengenal mancing karena diajak teman sekantor. ”awalnya nemanin aja, kemudian tertarik”, ujarnya. Yang dia suka dari mancing adalah sensasi nya baik itu tarikan dan kompetisinya (tantangan). Dan ketika ditanya dimana saja ia telah memancing, ia menjawab baru sedikit pemancingan yang disambangi. Pria berumur 40 tahun ini, menuturkan bahwa mancing hanya sekedar saja, dalam sebulan ada 5-6 kali, bahkan bisa hanya sekali, tergantung kerjaan yang saat ini dia emban. Ketika ditanya mengenai harga tiket lomba rally, ia menjelaskan harga tiketnya sudah memadai, bahkan menurutnya dengan hadiah motor dan tiket Rp. 250.000 sudah sangat jauh melebihi. Kegiatan mancing yang dia geluti ini, menurutnya tidak mendapat hambatan dari keluarga. ”kalau istri dan anak-anak jarang komplain.. fine-fine aja... malah kadang mereka sering saya ajak”, begitu penjelasannya.

Juara

  1. Lapak 29 Wiro Sableng, berat ikan 9,25 Kg
  2. Lapak 28 Alexander, berat ikan 8,7 Kg
  3. Lapak 06 Kang Edoy, berat ikan 8,65 Kg
  4. Lapak 14 Mambang Tiana, 6 kg up terbanyak yakni 15 ekor
  5. Lapak 14 Mambang Tiana, Total terberat lapak kecil 270,25 Kg
  6. Lapak 30 Mista Maja Utama, Total terberat lapak besar 240,5 Kg
invisible hit counter