Sistem lomba dengan cara memperebutkan tiket menuju lomba final, saat ini semakin populer dan diminati. Pada tanggal 12 September 2018 pukul 15.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB bertempat di Bumi Perkemahan Cibubur, Pemancingan Telaga Cibubur melaksanakan final Speed Grandprix. Lomba final Grandprix ini telah melalui proses 10 kali penyisihan yang berlangsung cepat dan singkat. Karena cepat tersebut makanya diberi nama speed. Lomba penyisihan diadakan setiap rabu dan sabtu dengan harga tiket utama Rp. 1.000.000 jika ikut tiket ekstra lengkapnya menjadi Rp. 1.600.000. Lomba penyisihan diadakan dari pukul 3 sore hingga jam 9 malam. Dengan sistem Juara 1 mendapat 2 tiket final, juara 2 & 3 mendapat masing-masing 1 tiket. Peserta final yang diambil 40 lapak saja. Pada lomba final ini para peserta memperebutkan 7 kategori juara, yakni juara induk terberat 1-4, juara 5 induk merah terberat, dan juara 6 serta juara 7 kategori 6kg up terbanyak untuk utara dan selatan.

 

Dikarenakan babak penyisihan sangat singkat, membuat lomba Speed Grandprix berbeda dengan grandprix tahunan. Saat ini grandprix tahunan sudah mendapat 84 peserta masih dibutuhkan beberapa lagi peserta untuk final, dan direncanakan final diadakan pada bulan Desember bersamaan dengan hari ulang tahun Telaga Cibubur.

Animo untuk mengikuti  lomba ini sangat bagus, terlihat dari selalu penuh lomba penyisihan yang dibatasi hanya 64 lapak. Hadiah di final Speed Grand Prix juga menggiurkan, juara pertama mendapat hadiah uang Rp. 50.000.000, untuk juara 2 mendapat hadiah uang Rp. 25.000.000, untuk juara 3 mendapat uang Rp. 12.000.000, Juara 4 Rp. 6.000.000, Juara 5 Rp. 4.000.000, dan untuk juara 6 & 7 mendapat uang Rp. 2.500.000.

Suasana Lomba Final Speed Grand Prix Telaga Cibubur

Para peserta yang mengikuti lomba Speed Grand Prix ini, sebagian besar berdomisili di Jabodetabek, luar kota sangat jarang, begitu penjelasan Rhino selaku panitia lomba. Menurutnya lomba dengan system penyisihan ini sedang digandrungi, sehingga animonya sangat bagus, bahkan beberapa sudah mendaftar untuk lomba penyisihan Speed Grandprix kedua.  Ketika ditanya apakah Telaga Cibubur dalam waktu dekat akan mengadakan lomba tiket besar, Rhino menjelaskan bahwa saat ini Telaga Cibubur masih menahan diri untuk mengadakan lomba tiket besar, mengingat kondisi ekonomi saat ini. ”sebenarnya bisa saja kami mengadakan tiket besar tanpa mempertimbangkan apapun, tapi itu justru akan menekan para pemancing langganan, dan kami tidak ingin membuat pelanggan pindah ke pemancingan lain. Jadi untuk saat ini masih menahan diri untuk tidak mengadakan tiket lomba besar”, begitu penjelasan Rhino. Mengingat kondisi sekarang pun, harga tiket harian masih tetap, hanya pada hari-hari tertentu saja yang tiket 1 jutaan keatas.

Peserta Final Terbatas 40 lapak saja

Lomba Speed Grand Prix dan lomba penyisihan, memakai aturan sama yakni sistem sah-sahan, umpan yang diperbolehkan hanya sagu, pelet dan lindung, untuk roti, ikan mas dan mie tidak diperbolehkan. Lomba ini memperbolehkan menggunakan 2 joran.

Panitia Lomba Telaga Cibubur (Rhino - Kiri)

Jalannya Lomba

Lomba berlangsung menarik. Secara bertahap, ikan induk ukuran terberat naik perlahan-lahan. Sejak dimulai lomba final, cuaca sangat cerah bahkan cenderung sangat terik, beberapa pemancing terlihat terpaksa memakai payung. Nafsu makan ikan juga tergolong bagus, karena semua pemancing tidak ada yang kosong, semua pasti narik ikan. Berdasarkan pengamatan di tempat penimbangan, pada 2 jam pertama terdapat 2 lembar catatan yang berisi timbangan peserta. Dalam penggunaan umpan sangat bervariasi, namun didominasi penggunaan sagu dan pelet, hanya sedikit yang mencoba menggunakan lindung. Penggunaan essens juga lebih cenderung wangi bukan amis.

Juara I Lo Banteng

Posisi juara sudah muncul sejak awal, yakni pada dua jam pertama. Posisi juara satu sejak awal sudah didominasi lapak 56 dengan pemancing Lo Banteng. Ikan yang menjadi juara berukuran 11,05 Kg. Sebagai informasi ikan ukuran 10 dan 11 kg adalah ikan induk yang paling banyak, sedangkan ikan terberat di Telaga Cibubur berukuran 12 kg, Pertarungan sengit terjadi pada perebutan posisi 2 hingga 4, berkali-kali terjadi pergeseran. Sedangkan untuk kategori juara induk merah terberat juga terjadi saling tumpang tindih antara lapak 39 dengan lapak 33, serta lapak 45.

 

Para Juara Speed Grand Prix

Juara Speed Grand Prix I Telaga Cibubur :

  1. Lo Banteng lapak 56 dengan berat ikan 11,05 Kg
  2. Detol lapak 66 dengan berat ikan 10,65 Kg
  3. Mutiara hitam lapak 31 dengan berat ikan 10,15 kg
  4. Bejo lapak 43 dengan berat ikan 9,05 Kg
  5. Red Bugen vil lapak 45 dengan berat ikan 7,95 Kg.
  6. Mega Berem lapak 21, 6 kg up terbanyak sebanyak 28 ekor
  7. Detol lapak 66, 6 kg up terbanyak sebanyak 24 ekor

*FORTUNA

invisible hit counter