Mancing saat ini semakin hari semakin berkembang. Perubahan aturan, cara mancing, penetapan tiket, sistem mancing, terus mengalami perubahan. Semakin luasnya mancing, maka semakin banyak pemancing tumbuh. Pemancingan kolam saat ini tidak selalu didominasi oleh pemancingan ikan mas, kini peminat pemancingan lele, semakin menunjukkan kelasnya.

Beberapa waktu lalu pada bulan Maret 2018, FORTUNA berkunjung ke Pemancingan Galatama Lele BAS FISHING yang berlokasi di Jl. Raden Saleh, Sukmajaya, Depok 2 tengah. Pemancingan ini dekat dengan Studio Alam TVRI Depok. Sehingga siapapun tidak kesulitan dalam mencari alamat.

Saat itu FORTUNA bertemu pengelolanya, yakni Bambang Firzi Kurniawan yang biasa dipanggil Awan. Beliau merupakan anak dari H. Hayatim (pemilik BAS Fishing). Pemancingan ini sudah beberapa bulan dipegang olehnya. Kepada FORTUNA ia menuturkan bahwa Pemancingan Bas Fishing berulang tahun pada tanggal 25 Maret. Hingga tahun 2018 ini pemancingan berumur 2 tahun.

Memilih segmen mancing lele, hal ini dimulai dari sebuah rencana awal untuk mendirikan pemancingan keluarga, namun dalam masih proses pembuatannya, H. Hayatim selaku pemilik melakukan survei dan memantau kolam-kolam disekitar Jakarta Selatan. Kiblat dari situ, akhirnya dipilih mancing lele. Kalau ikan mas faktor yang paling susah adalah air. Dimana air yang baik harus selalu tersedia, sedangkan lokasi ini air bersih dan baik sangat susah. Kalau ikan mas biasanya pemancing akan mengeluarkan biaya yang sangat besar untuk mancing, untuk umpan saja ikan mas sangat mahal. Selain itu melihat banyak kolam disekitar Bas Fishing yang merupakan kolam ikan mas, akhirnya diputuskan untuk beda dengan memilih ikan lele.

Dari waktu ke waktu terus mengalami perubahan dan perbaikan. Awalnya memakai sistem korang, namun karena frekuensi mancing yang lama, maka ikan lele akan kelelahan dan pasti menderita jika harus selalu di korang, dan ini bisa menyebabkan kematian. Dan hingga kini tidak lagi diberlakukan sistem korang.

Harga tiket yang dikenakan sangat terjangkau. Untuk tiket hari biasa, dikenakan sebsar Rp. 50.000/2jam. Pemancingan buka setiap hari, kecuali hari senin libur khusus untuk perawatan, dan lomba biasa dimulai dari Pukul 14.00 s/d pukul 16.00 WIB, langsung berlanjut Pukul 16.00 s/d 18.00 WIB, ada jeda waktu untuk istirahat dan lomba dilanjutkan lagi pukul 20.00 s/d 22.00 serta pukul 22.00 s/d pukul 24.00. Sedangkan untuk paket ada pada hari Selasa dan Jumat malam dimulai dari pukul 20.00 s/d 23.00 (3 jam), dan 23.00 s/d 01.00, untuk hari minggu dimulai dari pukul 14.30 WIB.

Pertumbuhan pemancing disekitar kolam, bisa dikatakan sangat sedikit. Menurut Awan, justru pemancing dari luar yang sangat banyak datang. Seperti dari Cibinong, Cilangkap dan lain-lain. Pemancingan ini difasilitasi dengan Musholla, toilet, mess karyawan, kantor, toko pancing, wifi gratis dan kantin. Pemancingan ini ternyata tidak khusus untuk galatma lele saja, tapi juga ada kolam ikan mas borongan.

Pemancingan ini mempunyai luas  3000 m2 . Kedalaman kolam 1,5 m. Ikan saat ini paling kecil ukuran 2 kg dan paling besar berukuran 8 kg. Ikan rame dalam jumlah banyak dengan ukuran 2 sampai 4 kg, sedangkan ikan babon ukuran 5 sampai 8 kg.

Ikan tidak dikembangbiakan sendiri melainkan beli langsung dari produsen dan mencari yang ukuran besar. Untuk menjaga kesehatan ikan, selalu diadakan rotasi ikan induk. ”kami mempunyai 6 kolam penampungan, 1 untuk kolam ikan rame, dan sisanya untuk kolam ikan babon. Setiap saat selalu melakukan rotasi ikan induk, agar ikan sehat dan terjaga”, penjelasannya.

Dia juga menjelaskan walaupun sering dilakukan rotasi dan penggunaan mata kail tanpa rurit, tingkat kematian ikan perhari bisa 2-3 ekor. Hal ini sering diakibatkan penggunaan umpan yang tidak sesuai aturan. Oleh sebab itu panitia dan kedi sering memeriksa jenis umpan yang dipakai, jika melanggar maka umpan tersebut  diambil dan peserta didiskualifikasi.

Aturan yang diberlakukan dalam Bas Fishing adalah sebagai berikut : satu lapak berlaku satu joran, ikan wajib makan (kain berada dimulut ikan), Mata kail yang digunakan hanya 1 dan itu tanpa rurit ukuran nomor 6-7, pelampung dan glosoran (bebas), boleh nyiram dan ngebom namun tidak boleh berlebihan. Umpan yang dilarang adalah kroto, marus/darah, galang gatik, cacing sutra, cacing rambut, brownis, roti, telor ikan sapu-sapu, kremes chicken, gorengan, umpan busuk, umpan yang menggunakan sabun atau sunlight, amoy, kapas, belatung atau lintah. Untuk pengesahan ikan induk harus disahkan panitia yang disaksikan minimal 1 peserta.

Mengenai besar tiket, Awan menuturkan bahwa jarang mengenakan tiket besar, kalau pun pernah itu terjadi pada saat awal-awal pembukaan dengan hadiah motor. Lomba tersebut pernah diadakan selama 6 bulan begitu penuturannya.

Pada tanggal 25 Maret 2018 dilakukan lomba dalam rangka HUT Bas Fishing yang ke-2. Lomba tersebut mengenakan tiket Rp. 250.000. Dan jumlah peserta dibatasi hanya 60 lapak. Dan saat itu sudah ada 5 cadangan. Lomba tersebut memperebutkan 7 kategori juara, juara induk 1 hingga 4 dan juara total prestasi 4 hingga 7. Untuk memeriahkan lomba terdapat 60 ikan balap (peserta yang berhasil dapat ikan dalam kurun waktu tertentu akan mendapat hadiah), dimana setiap ekornya dihargai @ Rp. 10.000. Selain itu lomba juga mendapat dukungan sponsor dari essen pancing dan toko pancing 736. Lomba tersebut berdurasi 4 jam yang dimulai dari pukul 14.00 WIB dan berakhir pukul 18.00 WIB.

Pemancingan BAS Fishing juga ikut serta dalam suatu kompetisi berkelanjutan dengan sistem mencari tiket final. Lomba tersebut digagas oleh sebuah produk umpan pancing. Lomba diadakan sebanyak 10 kali putaran di 10 kolam yang berbeda. Lomba sudah dimulai sejak Februari dan final akan dilaksanakan pada pertengahan bulan Mei. Tiket yang dikenakan sangat terjangkau, yakni Rp. 100.000.

Untuk menjaga kondisi ikan, pemancingan Bas Fishing melakukan perawatan dengan meliburkan lomba pada hari senin. Disitu air akan dikuras sejak minggu malam dan senin pagi diisi kembali, ikan diberi obat dan vitamin.

Awan yang baru mengelola pada bulan Desember 2017 ini, menuturkan bahwa banyak perubahan yang dilakukan untuk kenyamanan dan kepuasan para pemancing. Karyawan juga ditambah hingga menjadi 10 orang untuk kolam. Parkir luas dan aman karena bekerjasama dengan warga setempat ”untuk parkir kami menyerahkan kepada RT dan RW setempat yang mengelola, biasanya pemasukan parkir masuk ke kas mereka.

Para Juara HUT ke-2 Bas Fishing

  1. Levin 3
  2. Balong Permai
  3. badruz
  4. Pajajar
  5. Total Prestasi I Copetong
  6. Total Prestasi II Centini
  7. Total Prestasi III Si abang

FORTUNA****

 

invisible hit counter