Lomba berkesinambungan menjadi geliat pemancingan untuk bertahan dalam terjangan turunnya animo pemancing untuk memancing di kolam. Lomba dengan sistem seleksi ini mulai mewabah dimana-mana. Pemancingan Telaga Cibubur telah melihat peluang ini sejak lama. Maka diadakan lomba Grand Prix bertahap setiap hari sabtu pada minggu ke II, III, dan IV. Grand Prix Telaga Cibubur ini sudah dimulai sejak 13 Mei 2017, Selama kurang lebih 8 bulan diadakan lomba dengan mencari 4 juara setiap lombanya. Final Grand Prix ini diadakan bertepatan dengan Hari Ulang Tahun berdirinya Pemancingan Telaga Cibubur bulan Desember. ”lomba final grand prix ini bisa dianggap juga lomba HUT Telaga Cibubur yang ke-14”, begitu ujar Rino selaku panitia. Lomba final Grand prix Telaga Cibubur diadakan pada tanggal 9 Desember 2017 yang lalu dengan waktu 6 jam, dimulai dari pukul 15.00 WIB hingga 21.00 WIB.

Suasana Lomba Final Grand Prix I 98 Lapak

Lomba seleksi ini dikenakan tiket sebesar Rp. 1.000.000 setiap lombanya. Untuk yang berhasil ke final, mendapat tiket gratis mancing, jika ingin ikut serta dalam tiket ekstra, peserta dikenakan menambah 1 juta, dan ini tidak wajib. Berdasarkan pantauan ternyata banyak juga peserta yang polos tidak memakai tiket ekstra. Sistem seleksi tidak harus dari lomba setiap sabtu, tapi juga dari lomba eksekutif  2 joran yang diadakan di Pemancingan Telaga Cibubur dan diambil 2 hingga 3 juara. Lomba eksekutif tersebut dikenakan tiket 2,5 juta hingga 3 juta.  Pada final grand prix lapak yang disediakan sebanyak 98 lapak, dan untuk mendapat jumlah lapak tersebut, maka diadakan lomba dengan jangka Panjang. Untuk menentukan juara setiap lombanya, memakai aturan sah-sahan. Dimana kategori yang diambil adalah induk terberat 1 hingga 4. Untuk aturan sah-sahan para pemancing tidak lagi bingung, karena pemancingan telah menerapkan dalam setiap lomba. Baik untuk lomba harian dan lomba lainnya. Untuk mendukung itu setiap 10 lapak dijaga oleh 1 pengawas, begitu penjelasan Rino mengenai sistem dan pengawasan lomba. Berdasarkan pengamatannya setiap lomba seleksi setiap sabtu, hampir 95 % terisi penuh dari 98 lapak yang ada. Dan pemancing berasal dari berbagai domisili sekitar Jabodetabek. Penggunaan umpan juga tidak sebatas pelet dan aci, bisa juga belut dan pengli.

Karena acara lomba mengusung 2 acara sekaligus, maka lomba berlangsung meriah dan menarik. Para peserta tidak hanya mendapat kaus lengan Panjang HUT IV Telaga cibubur, tapi disediakan juga makan malam. Bahkan even ini masih berlanjut dengan diadakannya lomba khusus kedi yang akan diadakan pada hari selasa 12 Desember 2017. Jumlah peserta harus kedi dan itupun semua lapak sebanyak 98 sudah terisi penuh. Tiket sepenuhnya untuk hadiah kedi tidak dipotong untuk operasional pemancingan. Bahkan memberikan beberapa hadiah doorprize berupa TV kepada pemancing. Uniknya lomba itu adalah lomba diadakan mencari 15 kategori juara, juara satu dan juara 14 mendapat hadiah yang sama sebesar Rp. 5.000.000. Karena HUT ke IV maka kedi yang berhasil menduduki posisi 14 akan mendapat hadiah spesial juga.

Salah satu peserta sedang strike

Animo akan grand prix ini sangat bagus, hal ini terlihat banyak yang sudah mendaftar untuk ikut kembali pada lomba seleksi Grand Prix Telaga Cibubur II. Seminggu sesudah pelaksanaan Final Grand Prix, langsung diadakan lomba seleksi Grand Prix kedua. Ketika ditanya berapa lama pelaksanaan Grand Prix kedua, Rino menjelaskan bahwa tidak bisa dirinci, karena bisa jadi lebih cepat pelaksanaan final. Pada dasarnya 24 minggu pelaksanaan sudah termasuk didalam itu juga diambil dari lomba eksekutif. ”perkiraan Juni atau Juli akan diadakan final”, begitu penjelasannya. Supaya pemancing tidak ketinggalan informasi, biasanya pemancing langganan diberitahu melalui siaran-siaran, juga melalui sms dan telepon. Sehingga peserta juga tahu lomba eksekutif mana saja yang akan diambil tiket final grand prix. Untuk lomba final ini banyak peserta yang mempunyai tiket final lebih dari satu, beredar isu bahwa banyak peserta yang menjual tiket final antara 3 – 4 juta. ”tiket final merupakan hak pemenangnya, harga tiket final kalau kami hitung-hitung dengan juara utama Rp. 75 juta, maka kami perkirakan harga tiket antara 3 sampai 4 juta “ begitu ujar Rino

Untuk mendukung acara ini, seminggu sebelum lomba telah dilakukan penambahan ikan, dan selama itu juga ikan telah beradaptasi dengan lomba-lomba harian. Lagipula menurutnya penambahan ikan tidak selalu hanya ketika diadakan lomba besar, tapi sudah menjadi agenda rutin. ”ikan dalam sebulannya pasti ada yang mati, karena frekuensi lomba yang diadakan. Jadi untuk menjaga jumlah ikan dan kesehatan ikan yakni dilakukan penambahan ikan dan karantina ikan induk yang baru naik diganti dengan cadangan induk yang ada” begitu ujarnya. Ikan terbesar saat ini berukuran 13 kg. Penambahan ikan sampai 1 ton. Termasuk didalamnya ikan rame dan beberapa ikan induk , penambahan ini dilakukan pada bulan November lalu, begitu ujar Rino.

Pemancingan Telaga Cibubur merayakan HUT ke - 14

Lomba ini juga mendapat dukungan dari pihak luar. ”iya, kami mendapat sponsor dari Golden Fish”, begitu ujar Rino. Sumbangsih sponsor berupa goody bag yang isinya bermacam-macam, dari Produk Golden Fish, Busa bantalan tempat kail, tabloid, korek api dan lain-lain.

Semenjak diterapkan sah-sahan bulan November tahun 2016, minat pemancing untuk memancing harian semakin bagus, begitu penuturan Rino. Karena pemancing dituntut untuk berkompetisi dengan jujur dan sportif. Walau ikan berhasil kecantol kail, tapi ikan tersebut belum tentu bisa masuk dalam kategori ikan sah untuk dalam induk terberat. Hanya kail yang benar-benar menancap di mulut yang dapat dikatakan sah. Hal ini membuat tingkat kompetisi semakin tinggi. Selain itu peserta menjadi tidak takut kalau nantinya dicurangi oleh peserta lain mengenai ikan sah. Para pengawas sudah terbiasa mengawas, sehingga sudah hapal benar kondisi ikan yang mulutnya benar tertancap kail dan dengan yang tidak.

Jalannya Lomba

Lomba berlangsung meriah dan lancar.  Sempat ada turun gerimis kecil, namun tidak lama. Tepat siang hari memang sangat panas menyengat dan langit mulai mendung ketika sudah memasuki dua jam kedua. Perubahan suhu ini membuat ikan pada awal lomba agak sulit makan, namun memasuki 2 jam kedua dan seterusnya, frekuensi ikan makan menjadi tinggi. Di meja panitia, banyak sekali laporan penimbangan. Ikan juara berhasil dinaikkan pada pertengahan 2 jam kedua. Persaingan yang ketat hanya terjadi pada nomor 5 kebawah. Pada nomor 5 kebawah, selalu saja terjadi proses tiban meniban, angkanya juga berselisih kecil. Keseluruhan lomba berlangsung sukses. Selamat Ulang Tahun ke – 14 Pemancingan Telaga Cibubur.

Panitia Lomba Pemancingan Telaga Cibubur, Rino (berdiri)

Juara

  1. Teko Bocor berat ikan 9,25 Kg
  2. Tora 9,05 Kg
  3. Nafaris 8,8 Kg
  4. Lionel Messi 8,75 Kg
  5. Tora 8,3 Kg
  6. Mas Letong I 8,25 Kg
  7. Padel 98 8,2 Kg
  8. Pangab II 8,2 Kg

 

Para Juara Final Grand Prix I Telaga Cibubur

FORTUNA****

invisible hit counter