Tanggal 20 Agustus lalu di Pemancingan Telaga Tong Yang, mengadakan lomba mancing eksekutif dengan tiket besar. Lomba besar ini diadakan dalam rangka untuk memeriahkan hari ulang tahun Boboso. Lomba yang memakai nama Boboso 2 ini, diikuti oleh pemancing galatama professional, dari berbagai domisili. Sistem dan aturan yang digunakan memakai system yang sudah berkembang di Surabaya dan kini coba terus digalakkan di Jakarta yakni sistem sah-sahan. Aturan dimana kail harus menancap di mulut ikan, selain itu aturan lain yang digunakan adalah menggunakan 3 mata kail, serta umpan yang diperbolehkan adalah  pelet, sagu/aci, belut, dan mie halus

Lomba akbar ini dimulai dari pukul 15.00 WIB dan berakhir pada pukul 21.00 WIB. Cuaca hari itu sejak lomba dinyatakan dimulai sangat baik dan cerah, bahkan cenderung terik. Beberapa pemancing terlihat santai menikmati kondisi terik saat itu, namun ada beberapa yang merasa kurang nyaman sehingga memakai payung atau membetulkan posisi duduknya agak lebih kedalam, agar tidak terkena langsung terik matahari.

Lomba yang berskala nasional tersebut di banderol dengan tiket utama 12 juta, C Hitam 3 x Rp. 500.000, C Merah 3 X Rp. 500.000. Sehingga tiket lengkap Rp. 15.000.000. Lomba yang diikuti para galatama professional ini dibatasi hanya 46 lapak saja, dan terisi 45 lapak. Informasi ini didapat dari Sabar selaku panitia dari Telaga Tong Yang, padahal pemancingan ini Telaga Tong Yang memiliki 70 lapak. Peserta berasal dari Surabaya, Bandung, malang, Karawang, Sumedang, dan Jabodetabek.

Kepada FORTUNA, Pak Sabar selaku panitia dari Telaga Tong Yang menuturkan bahwa ia hanya membantu memfasilitasi permintaan dari Pak Boboso untuk melaksanakan lomba, dan dibantu oleh teman-teman dari Boboso yang tergabung dalam Grand Prix Fishing Tournament.  Dan salah satu panitia dari luar yang membantu adalah Pak Defri. Saat itu Pak Boboso menyerahkan semuanya kepada Pak Defri dan Pak Sabar. Menurut informasi yang didapat, Pak Boboso merayakan ulang tahun pada Bulan Agustus sehingga dirayakan dalam bentuk lomba mancing. Pak Boboso menuturkan bahwa lomba tersebut sebagai ajang silahturahmi, untuk lebih mempererat kebersamaan dan kekeluargaan. Karena sebagian besar para peserta mempunyai latar belakang yang berbeda satu dengan yang lainnya. Dengan acara kebersamaan seperti ini, bahkan dapat mengarah menjadi rekan bisnis yang mendukung satu dengan yang lainnya.

Pak Sabar menuturkan bahwa untuk lomba tersebut dibutuhkan persiapan selama 1 bulan dan satu hari sebelum lomba kolam sengaja diliburkan. Rangkaian persiapan dari pemberian vitamin dan obat untuk ikan agar kondisi ikan sehat hingga perbaikan fasilitas kincir air serta pengurasan air kolam dalam jumlah tertentu. Untuk lomba bergensi ini, Pemancingan Telaga Tong Yang juga menambahkan 60 ekor ikan induk berukuran 8 kg keatas.  Saat ini ikan terberat disana berukuran 11 Kg sekitar 5 ekor. Ikan telaga tong yang berasal dari berbagai daerah, seperti Subang, garut, Bogor, paling banyak dari Garut. Dan air yang digunakan dari air sungai kalimalang.

Lomba ini juga terasa khusus dari segi kategori juara, jika pada umumnya juara induk terberat hanya pada nomor 1 hingga 3 atau bahkan sampai 5, untuk lomba ini kategori juara induk terberat hingga nomor 6 dan juara ketujuh adalah Total terberat. Biasanya jika ada total terberat maka akan diikutsertakan juga juara total terbanyak, namun dalam lomba kali ini tidak ada. ”ini adalah permintaan langsung dari Pak Boboso, menurutnya akan memberi daya tarik sendiri”, penjelasan Pak Sabar

Lomba Ini sudah kedua kalinya diadakan di pemancingan Telaga Tong Yang. Pertama kali diadakan pada tahun 2016 yang lalu dan kini sudah menjadi agenda tahunan Pemancingan Telaga Tong Yang, penuturan pak Sabar.

Berbeda dengan lomba yang biasa diadakan di Telaga Tong Yang, kali ini lomba khusus memakai sitem sah-sahan, dan umpan yang diperbolehkan juga berbeda dengan lomba-lomba yang harian yang berbeda lainnya yakni kategori juara ada 7, dengan rincian juara I hingga Juara VI adalah induk terberat dan juara VII adalah Juara total terberat, tidak ada total poin. Kategori khusus  ini diminta oleh Boboso. Rencananya akan diadakan lomba eksekutif 1 bulan sekali, dan masih digodok serta survey permintaan pemancing.

Akses ke Pemancingan Telaga Tong Yang, jika dari Jakarta, keluar dari tol bekasi timur, ambil arah kalimalang ke kanan, kemudian kea rah Tambun, pada jembatan dua disamping Hotel grand Win. Atau ikuti angkutan umum nomor 39. Begitu penjelasan Pak Sabar.

Peraturan benar-benar ditegakkan dalam lomba apapun, baik harian atau lomba khusus seperti Boboso cup ini. Tujuannya agar menumbuhkan kepercayaan pemancing terhadap pemancingan, dan akan lebih meningkatkan kinerja para panitia lomba dan karyawan pemancingan supaya lebih melayani lebih baik para pemancing.

Juara I Rama ”mancing itu hiburan dan menjalin silahturahmi

Pemancing satu ini memang salah satu pemancing galatama professional. Setiap lomba galatama sering terlihat mengikuti. Namun belakangan intesitasnya mengikuti lomba mulai berkurang sejak lomba grand prix fishing tournament. Ia menuturkan bahwa sedang banyak kerjaan, sehingga lebih prioritaskan kerjaan daripada mancing. ”kalau harian masih mancing, hanya mengikuti lomba yang dikurangi. Lagipula kalau kita gak kerja, gimana bisa mancing, mancing bisa kapan aja”, begitu ujarnya. Salah satu alasan lainnya adalah jika lomba diadakan di luar kota, disitu pasti membutuhkan waktu yang banyak, tambahnya. Lagipula dia telah mancing selama 10 tahun lebih, dan menurut dia itu waktu yang cukup lama. Ia menjelaskan bahwa mancing adalah hiburan semata dan untuk menjalin siahturahmi dengan yang lain. Karena pemancing menganggap pemancing lain itu sudah dianggap saudara, sehingga tidak mungkin dihilangkan ikatan yang telah terjalin. Ia juga pernah mengadakan lomba mancing di tempat yang sama yakni Pemancingan Telaga Tong Yang, sekitar 4 tahun lalu. Ikannya yang  menjadi juara langsung bercokol sejak 30 menit dimulai lomba. Tak segan juga ia menuturkan umpan yang digunakan, yakni sagu dan mie halus. Pria yang berumur 47 tahun ini menuturkan bahwa tehnik sah-sahan ini sangat baik diterapkan, namun pengawas harus lebih baik lagi, agar system ini dapat diterima semua pihak. Pria ini memang penggila mancing, maka jangan heran jika perangkatnya itu terlihat apik dan tertata rapih. Ia tidak selalu menyerahkan kepada kedi untuk merawatnya, selalu disempatkan waktunya untuk merawat perangkat pancingnya, dan juga membeli segala perangkat yang dibutuhkan untuk mancing. Sebelum terjun ke galatama, ia telah lama menggeluti mancing laut, dan bahkan mempunyai kapal sendiri. Ia menuturkan mempunyai kapal yang bersandar di Tanjung Priok di Indonesia Power. Bahkan ia mempunyai komunitas mancing dan mempunyai agenda mancing dalam tiap bulannya, namun ia menjelaskan karena semua anggota terlihat sudah mulai fokus ke kerjaan dan kesibukkan masing-masing, maka semakin jarang berkumpul dan mancing. Menurutnya Boboso itu adalah teman dan bahkan seperti saudara sendiri, semoga beliau semakin diberkahi segala kelimpahan, sehat selalu, semakin sukses. Begitu harapannya kepada Boboso. FORTUNA****

Juara

  1. Rama Lapak 21 berat ikan 10,75 Kg
  2. Singo edan lapak 01 berat ikan 10,2 kg
  3. Telaga Cibubur lapak 20 berat ikan 9,7 Kg
  4. Kum-Kum lapak 61 berat ikan 9,65 Kg
  5. Zitang Braga lapak 45 berat ikan 9,55 Kg
  6. Akila Arik lapak 42 berat ikan 9,5 Kg
  7. Total terberat Super Nova lapak 70 dengan total berat 240,95 Kg
invisible hit counter