Beberapa waktu lalu Pemancingan Telaga Telaga Tongyang yang berlokasi di Jl. Jembatan II Kalimalang (sampng PT Tong Yang), Bekasi Timur, mengadakan lomba eksekutif, dalam rangka mendukung lomba ibu magic cup II. Lomba eksekutif tersebut untuk 2 joran dengan tiket lengkap 12 juta. Lomba bergengsi tersebut dilaksanakan tepatnya pada hari Sabtu tanggal 25 November 2017 . Lomba galatama tersebut berlangsung dari pukul 16.00 WIB hingga 22.00 WIB.

Lomba yang bertaraf nasional ini diikuti oleh 40 peserta. Kepada FORTUNA, Muhammad Sabar selaku panitia menuturkan bahwa lomba ini ditargetkan diisi 46 lapak, namun pada beberapa waktu sebelum lomba banyak yang mengundurkan diri. Ia menambahkan bahwa sebagian besar peserta berasal dari Bekasi, sisanya berasal dari Surabaya, Bandung, Purwakarta, Subang, Sumedang, dan Jakarta.

Lapak diisi para pemancing galatama profesional

Lomba ini terselenggara atas kerjasama dengan Qiu-Qiu dan ibu Magic, begitu penuturan Pak Sabar. Lomba yang berlangsung selama 6 jam ini memakai sistem sah-sahan. Dimana ikan yang sah untuk menjadi induk terberat adalah ikan yang secara sempurna kail menancap di mulutnya.  Dan untuk mendukung system ini, kolam Telaga Tongyang mensiapkan pengawas di kolam sebanyak 16 orang. Dimana pengawas ini bertugas untuk menentukan ikan yang naik sah atau tidak.

Pelaksanaan sempat tertunda hingga 1 jam, hal ini disebabkan banyak pemancing yang masih terjebak kemacetan, dan ada yang mengundurkan diri. Awalnya, rencana lomba diadakan pukul 15.00 WIB. Panitia Telaga Tongyang dengan sigap langsung membuat rencana cadangan, agar lomba tetap berlangsung. Dan dengan peserta yang ada akhirnya terlaksana juga lomba eksekutif tersebut dengan baik dan lancar.

Sudah menjadi hal biasa jika ada lomba pendukung lomba utama, karena ini merupakan kerjasama antar pemancingan yang tidak tersurat. Solidaritas dan kerjasama antar pemancingan membuat saling mendukung dalam lomba. Jika di pemancingan A mengadakan lomba, pemancingan B, C, D dan lain-lain, diusahakan ikut serta. Begitu juga ketika pemancingan lain mengadakan lomba, akan ada perwakilan dari pemancingan.

Manajemen baru, Tampilan Telaga Tongyang lebih fresh dan nyaman

Lomba eksekutif 2 joran ini berlangsung dengan baik. Sebagai bentuk usaha untuk menarik minat pemancing, maka Pemancingan Telaga Tongyang melakukan penambahan ikan hingga 300 ekor induk babon berukuran 7 kg keatas, paling besar saat ini di Telaga Tongyang ukuran 12 kg.

Sebelumnya pemancingan ini masih menerapkan sistem galatama pada umumnya, namun semenjak dipegang oleh pemancing galatama profesional, pemancingan ini sekarang memakai sistem sah-sahan disetiap lombanya. Tidak hanya lomba harian, paket dan eksekutif juga telah memakai sistem yang diasuh dari Surabaya itu.

Khusus untuk lomba eksekutif itu, umpan yang diperbolehkan adalah pelet, sagu/ aci, mie + belut. Pemancingan ini dari segi penampilan, berubah agak menjadi lebih segar dan menarik. Cat biru yang dominan, membuat suasana pemancingan jadi terlihat bersih dan nyaman. Pemancingan ini telah di renovasi semenjak Sepetmber tahun lalu. Tidak hanya dari segi penampilan, pemancingan ini juga menambah fasilitas, berupa jaringan wifi khusus untuk para pemancing. Fasilitas ini semakin membuat Pemancingan  Telaga Tongyang tempat yang pas untuk mencari hiburan dan melepas penat.


Panitia Lomba Telaga Tongyang

Kepada FORTUNA, Pak Sabar menuturkan semenjak diberlakukan aturan sah-sahan, galatama harian jadi bagus, dalam artian jumlah pemancing meningkat tajam. Pemancing melihat aturan tersebut membuat kompetisi dan lomba menjadi lebih fair, sehinggga tidak takut ada istiliah dicurangi. Karena ikan yang menjadi juara harus benar-benar mendapat pengesahan dari pengawas supaya layak timbang. Jika ikan tersebut tidak sah, maka tidak ditimbang. Tentunya mempunyai efek terhadap kesehatan ikan, jika terlalu sering dipancing. Oleh sebab itu pemancingan ini selalu mengistirahatkan ikan induk yang berhasil dipancing kemudian diganti dengan induk persediaan. Pengawas ini tidak hanya ada pada lomba eksekutif, tapi sudah diterapkan juga untuk harian dan paket (semua lomba yang diadakan pemancingan  Telaga Tongyang). Aturan ini baru bulan Oktober mulai diberlakukan. Dan semenjak itu peningkatan animo mancing di Telaga Tongyang semakin bagus.


Menerapkan Sistem sah-sahan

Jalannya Lomba

Lomba berlangsung dramatis. Begitu hal yang bisa digambarkan kejadian lomba eksekutif 25 November itu. Sejak awal lomba, ikan induk yang naik hanya berkisar ukuran 8 kg yang terberat. Hal ini terus berlangsung hingga akhir 2 jam kedua. Panitia juga sering melakukan siaran untuk mengumumkan penimbangan yang begitu banyak. Ikan saat itu sangat bagus makannya, namun pemancing saling tumpang tindih untuk menduduki juara pertama. Kejutan terjadi ketika dua jam ketiga berjalan 30 menit, tiba-tiba Qiu-Qiu dari lapak 10 menaikkan ikan induk seberat 10,6 Kg. Uniknya tidak berlangsung lama, hanya beberapa menit saja, naik kembali ikan induk berukuran 10,4 Kg dari lapak 50.  Terlihat persaingan sengit terjadi pada menit-menit terakhir, perebutan posisi 3 dan 4. Persaingan terjadi dari lapak besar yang tidak jauh posisinya yakni lapak 45 dan 47. Keduanya sama-sama mendapat ikan induk 10,3 Kg, namun lapak 45 mempunyai waktu lebih cepat.

Ibu Magic

Berikut pemenangnya :

  1. Juara 1 Dimenangi QQ menempati lapak 10 dengan berat ikan 10,60 kg  hadiah  Rp 90.juta
  2. Juara 2 dimenangi oleh Telaga joglo lapak 50 dengan berat ikan 10,40 kg hadiah Rp 45 juta
  3. Juara 3 dimenangi Bulan Bintang, lapak 45 dengan berat ikan 10,30 kg hadiah Rp 20. Juta
  4. Juara 4 dimenangi Tim Ye Ye Ye lapak 47 dengan berat ikan 10, 30 kg.  hadiah Rp 15 juta
  5. Juara 5 dimenagi Bulan Bintang lapak 46 dengan berat  ikan 9, 05 kg  hadiah Rp 10 juta
  6. Juara 6 Guru Sibaso lapak 03 Dengan total 411, 75 kg hadiah Rp 7,5 juta
  7. Guru Sibaso lapak 03 dengan induk 7 up 11 ekor.  Hadiah Rp 7, 5 juta

FORTUNA****

invisible hit counter