Pemancingan BHS kembali menggelar lomba mancing galatama  eksekutif dengan total hadiah Rp 350 juta dan 2 cincin Emas 24 sebanyak 2 buah masing-masing dengan berat 10 gr. Lomba ini merupakan lomba rutin bulanan pemancingan BHS, yang diselenggarakan tanggal 27 Januari 2018 lalu. Lomba dimulai pukul 14.30 WIB dan berakhir pukul 20.30 WIB. Lomba dibanderol dengan tiket  Rp 10 juta, ditambah C hitam 4 x Rp 750.000, dan C merah Rp 4 x Rp 750.000 dan Super Mas Rp 1 juta, total harga tiket lengkap Rp 18 juta. Tiket ekstra tidak diwajibkan, tergantung keinginan peserta.

Lomba bergengsi itu, diikuti peserta mancing dari Jakarta, Bandung dan Jawa Barat, serta untuk lebih eksekutif, lapak yang disediakan hanya 50 lapak saja.  Lomba ini berlangsung meriah karena didukung oleh persediaan ikan induk yang banyak dan sehat dengan pola makan yang sangat baik pula. Walaupun saat itu cuaca kurang baik, dimana cuaca sangat panas, bahkan sinar matahari masih muncul sampai pukul 18.00 WIB yang membuat kurang nyaman pemancing.

 


BHS dengan jarak lempar 26 m dan panjang lapak 6 m

Dalam kondisi tersebut FORTUNA melakukan pengamatan, dengan mengambil jam sample (contoh) pukul 17.00 WIB sampai pukul 18.00 WIB. Ikan induk yang berhasil naik dan ditimbang sebanyak 54 ekor. Dengan susunan timbangan sebagai berikut : 665, 625, 530, 715, 650, 695, 700, 555, 850, 785, 620, 685, 700, 940, 740, 535, 665, 695, 560, 675, 955, 560, 675, 955, 560, 845, 775, 600, 660, 765, 715, 690, 910, 670, 895, 630, 685, 710, 690, 700, 11,00, 10,20, 755, 680, 690, 555, 690, 680, 690, 900, 720, 745, 595, 875, Hasilnya, jumlah 54 ekor.

Pemancingan ditata dengan sangat baik dan modern, fasilitas mumpuni

Dan total induk terbanyak di Utara dan Selatan sama-sama 78 ekor saat lomba berakhir. Hal ini menjadi gambaran sebuah pemancingan yang pola makan ikanya bagus serta menjadi idaman semua pemancing.

Susunan Pemenang

  1. Juara ikan terberat  1 dimenangi oleh QQ menempati lapak 39 dengan berat ikan 11,3 kg. Mendapat hadiah Rp 160 juta dan sebuah cincin emas 24 karat seberat 10 gr berlogo 
  2. Juara ikan teberat ke-2 dimenangi Tim Salju yang menempati lapak 03 dengan berat ikan 11 kg. Mendapat hadiah Rp 80 juta ditambah 1 buah cincin emas  24 karat seberat 10 gr berlogo BHS.
  3. Juara ikan terberat ke-3 dimenangi oleh Telaga Joglo menempati lapak 38 dengan berat ikan 10,90 kg. Mendapat hadiah Rp 40 juta.
  4. Juara ikan terberat ke-4 dimenangi oleh Kakang Prabu menempati lapak 44 dengan berat ikan 10,30 kg. Mendapat hadiah Rp 25 juta.
  5. Juara ikan terberat ke-5 dimenangi oleh Salju menempati lapak 3 degan berat ikan 10,20 kg. Mendapat hadiah Rp 17.500.000,-
  6. Juara induk 7 up dimenangi oleh Bangkit Bandung menempati lapak 34 dengan total 9 ek0r. Mendapat hadiah Rp 17.500.000,-
  7. Juara Total Utara dimenangi oleh Akang Sunda dari lapak 26 total 78 ekor mendapat hadiah Rp 5 juta.
  8. Juara Total untuk selatan diraih oleh Yusran dari lapak 5 dengan total 78 ekor hadiah Rp 5 juta.

Pengontrolan Jumlah Dan Bobot Ikan Di Kolam

Menurut pemiliknya Bapak Hardi, memang setiap mau lomba besar di BHS, perhatian besar memang betul-betul dicurahkan agar pemancing puas. Karyawan lembur sampai malam, mengurus semua fasilitas kolam. Ikan induk yang dimasukkan ke kolampun tidak hanya satu-satu. Misalnya 12 kg dimasukkan 12 ekor.  Demikian juga ikan-ikan induk yang lain untuk 11 kg dimasukkan 24 ekor dan dalam pelaksanaan lomba besar minimal induk 7 up ditambah minimal 300 ekor. Pola pemasukan ikan ke kolampun tidak didasarkan pada total  timbangan ikan,   tapi jumlah ekor ikan yang disesuaikan dengan kebutuhan kolam.  Ikan ini akan diambil  dari cadangan yang ada di  kolam penampunan maupun dari kolam pembesaran.

Pemancingan BHS terlihat segar dan nyaman

Ikan di kolam pun rutin selalu dikontrol jumlah dan bobotnya. Agar tidak terjebak dengan catatan ikan yang sudah dimasukkan ke kolam sekian ton. Padahal tanpa disadari, kata dia, ikan yang dimasukkan ke kolam selalu mengalami penyusutan.

Misalnya ikan yang dimasukkan ke kolam 12 kg, tapi ketika lomba berlangsung ikan tersebut ketika naik dan ditimbang hanya berbobot 11,5 Kg dan ada yang 11 kg. Artinya terjadi penyusutan yang selama ini lolos dari pengamatan para pemilik kolam.

Dari pengamatan di kolam BHS selama ini kata dia, diperkirakan terjadi penyusutan bobot ikan sekitar 3 % per bulan atau sekitar 36 % per tahun. Artinya apabila pemancingan telah memasukkan ikan ke kolam dengan nilai Rp 1 M, maka modal ikan tersebut akan menguap sekitar 40 % atau Rp 400 juta. Dimana hal ini merupakan Silent Killer  (pembunuh senyap) yang selama ini tidak disadari oleh pemilik pemancingan.

Penanggulangannya

Untuk mengatasi penyusutan ikan ini, kata Hardi dia sangat ketat dan selalu mencatat ikan yang susut baik melalui timbangan yang berkurang dan juga ikan yang mati. Total yang susut harus diganti, dan ikan induk yang sudah terpancing dan sudah mengalamai penyusutan, harus diistirahatkan dan disehatkan kembali agar ikan pulih pada timbangan semula. Ikan diberi obat dan makanan vitamin agar sehat kembali. Hal ini dilakukan setiap 2 minggu sekali secara kontiniu.

Kincir dilapisi fiberglass agar umpan tidak tersangkut di kincir angin

Pemancingan BHS berlokasi di Blok Kalapa Dua Bendungan Desa Margamukti, Sumedang Utara. Pemancingan yang memiliki 86 lapak itu, saat ini menjadi salah satu pemancingan paling moderen dan paling baik, karena dilengkapi berbagai fasilitas yang belum dimiliki pemancingan lain seperti penginapan dan pelayanan restoran gratis bagi peserta mancing dari pagi sampai malam.

Pemancingan yang dibangun 5 tahun lalu itu, memiliki panjang 136 m dengan jumlah lapak sebanyak 86 lapak, setiap lapak memiliki jarak lempar 26 m. Panjang lapak dari belakang ke depan pemancing, 6 meter lebih, yang terdiri dari 4 m untuk lapak pemancing dan ruang tunggu pemancing 2 m lebih. Untuk lomba eksekutif, lapak hanya disiapkan untuk 50 lapak agar pemancing lebih leluasa dan nyaman dalam memancing.

Pemancingan dibangun dan dirancang oleh pemiliknya Bapak Hardi, dari pengalamannya mengikuti berbagai lomba mancing galatama di seluruh Indonesia.  Pemancingan ini juga memiliki kolam pemeliharaan dan pembesaran ikan dengan luas sekitar 1 ha. Untuk Bulan Februari 2018 akan diadakan lomba paket tanggal 24 Februari 2018 dengan hadiah yang sama. Pemancingan BHS saat ini masuk dalam kategori pengelolaan paling inovatif, dan untuk kolam mancing galatama di Indonesia saat ini belum ada, yang bisa menyaingi, karena mereka terus berbenah dan terus membangun fasilitas pemancingan serta menambah persediaan ikan.

Apabila sebulan kita tidak ke sana, maka selalu ada yang berubah dan ada pembangunan fasilitas baru. Saat ini areal parkir sudah di semen. Saluran air di keramik dan tampak bersih. Pemancingan dengan panjang 136 m itu, kini tampak semakin apik dan bersih. 

Motivasi Pemilik Untuk Kepuasan dan melayani Pemancing.

Menurut Pak Hardi, dia betul-betul mencurahkan pikirannnya untuk membangun dan menjadikan pemancingannya sebagai tempat mancing yang nyaman dan memuaskan pemancing. Sebagai pemilik dia mengaku satu level di bawah pemancing, dan selalu siap memberikan pelayanan dan kepuasan kepada pemancing. Sekecil apapun usul pemancing selalu diperhatikan. Untuk itu katanya, dia mengharapkan agar para pemancing mau mendukungnya. "Kalau tidak, maka tidak akan ada lagi pemancingan yang baik kalau pemancing tidak mau mendukungnya". Ujarnya.

Dia juga mengeluhkan perilaku pemancing yang tidak sabaran dan tidak mengerti tehnik mancing yang benar. Dimana ketika pemancing baru duduk di kursi mancing, sudah tidak sabaran, ada yang mancing grusuk-grusuk dan ada pula yang langsung membuat essen dengan aroma yang sangat menyengat. Padahal kata dia, pemancingan BHS, karena airnya bersih dan sehat, maka cenderung memerlukan umpan yang halus, sehingga ikan makan. Dan kalau pemancing menggunakan umpan yang tajam, maka tidak mustahil ikan tidak mau makan sama sekali dan mempengaruhi lapak yang lain. Untuk itu, dia menyarankan agar para pemancing bertanya pada pengelola pemancingan, umpan yang biasa dimakan di sana.

Penyerahan Hadiah juara 1 oleh Bapak Hardi (kanan)

Dalam hal untuk melayani pemancing dengan baik, BHS juga menyediakan tempat menginap gratis dan makan gratis bagi pemancing yang memancing disana. Dari pengamatan FORTUNA ada keluarga yang menginap sampai 3 hari untuk mancing di sana. Mereka sangat senang karena pelayanan yang baik dari para karyawan restoran. Peserta lomba mancing pun sangat senang. Karena makanan sebelum dan sesudah lomba berkahir tetap tersedia secara Cuma-Cuma. Pemancingan yang dirawat dengan hati oleh pemiliknya, memang kini terus berbenah. Setelah hiasan gedung tempat menginap, perluasan ruang tunggu di lapak dan juga pembangunan Kolam karantina dan perawatan di salah satu pinggiran sungai di sana yang luasnya hampir 1 ha.

Kini pemancingan juga dilengkapi dengan erator yang mampu berputar sampai 1000 rpm dan erator ini ditanam di dalam kolam yang dimaksudkan akan memberi oksigen yang cukup pada ikan pada saat lomba berlangsung. Tempat kincir pun saat ini telah ditutupi dengan fiber gelas agar umpan ketika dilempar tidak nyangkut di tiang kincir. Pokoknya semua ide-ide baik dilahirkan untuk memberi kepuasan kepada pemancing yang sebagai raja di pemancingan. Selamat datang di BHS. .FORTUNA****

invisible hit counter