Lomba mancing galatama skala nasional kembali digelar. Kali ini diadakan di Pemancingan Telaga Joglo dengan nama Zietang Braga Cup 2. Sesuai dengan namanya, lomba ini diselenggarakan dalam rangka hari ulang tahun pemancing galatama H. Tatang, yang biasa memakai nama Zietang Braga di pemancingan.

Tatang berulang tahun pada bulan Juni bersamaan dengan H. Sarman. Dan pada bulan Juni H. Sarman mengadakan lomba mancing dalam rangka ulang tahunnya. Sehingga H. Tatang sempat mengurungkan niatnya untuk mengadakan lomba, karena pada bulan Juni hingga September banyak sekali lomba. Lagipula kerinduan dia mengadakan lomba mancing adalah untuk meningkatkan silahturahmi, kekeluargaan antar pemancing. Beberapa waktu terakhir lomba mancing mulai berkurang, hal inilah yang mencetuskan untuk mengadakan lomba mancing dalam rangka merayakan ulang tahunnya pada bulan Oktober. H. Tatang yang saat ini berumur 47 tahun menuturkan bahwa tujuan utama lomba mancing ini adalah kebersamaan, karena begitu semua masuk dalam kehidupan sehari-hari, pemancing akan disibukkan oleh aktivitas masing-masing.

Menurut H. Tatang yang diwawancara ditengah-tengah perlombaan mancing, ia menuturkan bahwa persiapan lomba sangat minim waktunya, hanya 2-3 minggu. ”persiapan sangat mepet, namun berkat bantuan dari Qiu-Qiu, Maskot, dan Pemancingan Telaga Joglo khususnya Otong, maka lomba boleh berlangsung dan berjalan lancar. Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada mereka”.

Pemancingan Telaga Joglo sendiri juga berupaya maksimal dengan melayani jujur, adil dan sepenuh hati. Sehingga tidak heran jika Pemancingan Telaga Joglo mengadakan lomba, pasti mendapat antusias.

Lomba Zietang Braga Cup 2 ini diadakan pada tanggal 8 Oktober yang lalu dimulai pukul 12.00 WIB hingga 18.00 WIB. Tiket yang ditawarkan juga tergolong besar yakni Rp. 14.000.000 hanya tiket utama, untuk tiket ekstra yakni C Hitam 3 x Rp. 500.000, C Merah 3 x Rp. 500.000, dan Ekstra SS 2 x Rp. 1.000.000. Tiket ekstra tidak diwajib, namun jika ingin turut serta, peserta harus merogoh kocek hingga Rp. 19.000.000 untuk tiket lengkap. Dengan harga tiket yang tergolong tinggi, tentu lomba berlangsung dengan sangat kompetitif.

Aturan lomba yang diterapkan masih sama seperti lomba-lomba yang telah diadakan di Pemancingan Telaga Joglo. Seperti diperbolehkan 2 joran dengan 3 mata rangkaian kail, cara mancing yang digunakan adalah sah-sahan (dimana ikan induk yang layak timbang adalah kail yang menancap di mulut, bukan di tubuh atau dimanapun), umpan yang diperbolehkan adalah Pelet, sagu/aci, belut dan mie halus.

Ketika ditanya kepada Pak H. Tatang mengenai jumlah peserta, ia menuturkan bahwa antusias untuk mengikuti lomba sangat bagus, dan jumlah peserta awalnya pas 40, namun beberapa waktu sebelum lomba ada yang mengundurkan diri, jadi hanya 39 peserta. Tidak lepas dari itu, saya mengucapkan banyak terima kasih kepada para pemancing yang ikut serta dalam lomba Zietang Braga Cup 2 ini, tanpa kehadiran mereka, lomba ini tidak berjalan.”, begitu ujarnya

Fortuna sempat menanyakan kepada beliau perihal lomba ini dijadikan agenda rutin, namun dengan bijak ia menjelaskan, bahwa semua tergantung kondisi dan kesempatan. Ia menjelaskan bahwa situasi ekonomi belum stabil, dan sebagian besar para pemancing adalah pengusaha, jika lomba dipaksakan dalam keadaan ekonomi pemancing sedang turun, tentu peminatnya akan sangat kurang banyak. Jadi semua tergantung situasi, kondisi dan kesempatan yang ada.

Memancing itu sudah menjadi bagian dari Pak H. Tatang. Maka tak heran jika ia selalu menyempatkan diri untuk mancing harian di berbagai pemancingan. ”kalau mancing tergantung mood, kalau ada kerjaan, pasti gak mancing, kalau lagi mau mancing, pasti diusahakan.”

Dan hal itu juga yang menjadi salah satu motivasi mengadakan lomba mancing. Dengan adanya event seperti lomba ini, ikatan silahturahmi dengan para pemancing terjaga, sekaligus membuat tingkat kompetisi mancing menjadi lebih tinggi lagi.

Untuk mensukseskan lomba besar tersebut, pihak pemancingan melakukan penyebaran brosur dan menambahkan ikan induk diatas 9 Kg sebanyak 100 ekor, selain itu kolam juga dipersiapkan dengan baik, agar ikan mau makan. Untuk segala usaha persiapan lomba yang dilakukan Pak H. Tatang juga mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak Pemancingan Telaga Joglo, yang telah berusaha keras agar lomba berlangsung dengan baik, adil , jujur, dan lancar. ”terutama saya mengucapkan banyak terima kasih kepada Pak H. Sarman, yang selalu mensupport saya”.

Lomba dengan sistem sah-sahan menurutnya memberi kepuasan tersendiri. Sistem ini membuat pemancing beradu kemampuan dalam meracik umpan. Dan dia berharap sistem ini mulai diterapkan di berbagai pemancingan. Karena menurutnya sistem ini mengajak pemancing untuk berusaha bersaing secara jujur.

Diakhir wawancara, Pak H. Tatang menuturkan ” saya banyak terima kasih kepada Qiu-Qiu, Maskot, Karena bantuan mereka, lomba ini boleh berjalan, mengucapkan terima kasih kepada Pihak Telaga Joglo, yang telah berusaha maksimal, agar lomba berlangsung baik dan profesional, dan terakhir kepada para peserta lomba, tanpa mereka lomba ini tidak berlangsung. Juga saya dibukakan mohon maaf sebesar-besarnya, jika masih ada kekurangan atau yang kurang berkenan dalam lomba, semoga kedepannya akan lebih baik”, begitu ucapannya

Sebagai informasi, lomba ini diikuti sebagian besar dari dari Surabaya, Bandung, Karawang, Sumedang, dan Purwakarta. Dodi selaku panitia lomba menuturkan, bahwa peserta didominasi dari Jakarta dan Surabaya. Kepada Fortuna, Dodi menuturkan bahwa ada sponsor yang turut serta berpartisipasi dalam lomba, yakni Teh Pucuk, Le Minerale, dan Gudang Garam. Kontribusi sponsor dalam bentuk kaus dan spanduk.

Jalannya Lomba

 

Cuaca pada saat lomba berlangsung sangat panas dan terik. Ketika lomba baru berlangsung 2 jam pertama, para peserta terlihat merasa terganggu dengan teriknya sinar matahari, hal ini juga berpengaruh kepada nafsu makan ikan. Hal ini terlihat dari hasil juara, dimana ikan induk diatas 10 kg tidak ada yang naik. Padahal banyak sekali ikan induk diatas 10 kg yang ada di kolam Telaga Joglo, ikan terberatnya adalah 14 Kg. Ikan sepertinya lebih suka berenang dalam kedalaman air dan di pinggir sisi kolam yang tidak terlalu terkena terik matahari. Ada kejadian ikan induk diperkirakan ukuran 10-11 kg berhasil dinaikkan pada lapak kecil, namun pengawas menyatakan ikan tersebut tidak sah, karena kail tidak menancap pada mulut ikan. Hal ini sempat menghebohkan suasana, namun karena lomba masih panjang, Pihak pemancing telah mengantisipasi terik ini dengan menyediakan semacam penghalang, agar sinar tidak terkena langsung ke pemancing, supaya pemancing nyaman. Lomba berlangsung datar, hal ini disebabkan, nafsu makan ikan terpengaruh oleh terik panas matahari. Juara lomba terlihat semenjak 2 jam kedua. Persaingan ketat terjadi di posisi 3 hingga 5. Beberapa pemancing sempat tergusur dan tergerus. Bahkan posisi tersebut semakin panas pada menit-menit akhir. Keluar sebagai juara Zietang Braga Cup 2, sebagai berikut

  1. Siti Zubaidah Lapak 34 berat ikan 8,9 Kg mendapat hadiah uang tunai Rp 170 juta + Trophy
  2. Telaga Kencana Malang Lapak 36 berat ikan 8,85 Kg mendapat hadiah uang tunai Rp 80 juta + Trophy
  3. Warung WKK Malang Lapak 17 berat ikan 8,8 Kg mendapat hadiah uang tunai Rp 50 juta + Trophy
  4. Macan Putih Lapak 3 berat ikan 8,8 Kg mendapat hadiah uang tunai Rp 30 juta + Trophy
  5. Pancen 2 lapak 19 berat ikan 8,65 Kg mendapat hadiah uang tunai Rp 15 juta + Trophy
  6. Total 7 kg Up Kanan Napoleon lapak 11 sebanyak 6 ekor mendapat hadiah uang tunai Rp 10 juta + Trophy

Total 7 kg Up Kiri Jasjisjus lapak 31, Anggrek Borneo Lapak 32, Mely Lapak 33. Sebanyak 3 ekor, mendapat hadiah uang tunai Rp 10 juta + Trophy

FORTUNA****

invisible hit counter