Sistem lomba dengan cara memperebutkan tiket menuju lomba final, saat ini semakin populer dan diminati. Pada tanggal 12 September 2018 pukul 15.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB bertempat di Bumi Perkemahan Cibubur, Pemancingan Telaga Cibubur melaksanakan final Speed Grandprix. Lomba final Grandprix ini telah melalui proses 10 kali penyisihan yang berlangsung cepat dan singkat. Karena cepat tersebut makanya diberi nama speed. Lomba penyisihan diadakan setiap rabu dan sabtu dengan harga tiket utama Rp. 1.000.000 jika ikut tiket ekstra lengkapnya menjadi Rp. 1.600.000. Lomba penyisihan diadakan dari pukul 3 sore hingga jam 9 malam. Dengan sistem Juara 1 mendapat 2 tiket final, juara 2 & 3 mendapat masing-masing 1 tiket. Peserta final yang diambil 40 lapak saja. Pada lomba final ini para peserta memperebutkan 7 kategori juara, yakni juara induk terberat 1-4, juara 5 induk merah terberat, dan juara 6 serta juara 7 kategori 6kg up terbanyak untuk utara dan selatan.

 

Dikarenakan babak penyisihan sangat singkat, membuat lomba Speed Grandprix berbeda dengan grandprix tahunan. Saat ini grandprix tahunan sudah mendapat 84 peserta masih dibutuhkan beberapa lagi peserta untuk final, dan direncanakan final diadakan pada bulan Desember bersamaan dengan hari ulang tahun Telaga Cibubur.

Animo untuk mengikuti  lomba ini sangat bagus, terlihat dari selalu penuh lomba penyisihan yang dibatasi hanya 64 lapak. Hadiah di final Speed Grand Prix juga menggiurkan, juara pertama mendapat hadiah uang Rp. 50.000.000, untuk juara 2 mendapat hadiah uang Rp. 25.000.000, untuk juara 3 mendapat uang Rp. 12.000.000, Juara 4 Rp. 6.000.000, Juara 5 Rp. 4.000.000, dan untuk juara 6 & 7 mendapat uang Rp. 2.500.000.

Suasana Lomba Final Speed Grand Prix Telaga Cibubur

Para peserta yang mengikuti lomba Speed Grand Prix ini, sebagian besar berdomisili di Jabodetabek, luar kota sangat jarang, begitu penjelasan Rhino selaku panitia lomba. Menurutnya lomba dengan system penyisihan ini sedang digandrungi, sehingga animonya sangat bagus, bahkan beberapa sudah mendaftar untuk lomba penyisihan Speed Grandprix kedua.  Ketika ditanya apakah Telaga Cibubur dalam waktu dekat akan mengadakan lomba tiket besar, Rhino menjelaskan bahwa saat ini Telaga Cibubur masih menahan diri untuk mengadakan lomba tiket besar, mengingat kondisi ekonomi saat ini. ”sebenarnya bisa saja kami mengadakan tiket besar tanpa mempertimbangkan apapun, tapi itu justru akan menekan para pemancing langganan, dan kami tidak ingin membuat pelanggan pindah ke pemancingan lain. Jadi untuk saat ini masih menahan diri untuk tidak mengadakan tiket lomba besar”, begitu penjelasan Rhino. Mengingat kondisi sekarang pun, harga tiket harian masih tetap, hanya pada hari-hari tertentu saja yang tiket 1 jutaan keatas.

Peserta Final Terbatas 40 lapak saja

Lomba Speed Grand Prix dan lomba penyisihan, memakai aturan sama yakni sistem sah-sahan, umpan yang diperbolehkan hanya sagu, pelet dan lindung, untuk roti, ikan mas dan mie tidak diperbolehkan. Lomba ini memperbolehkan menggunakan 2 joran.

Panitia Lomba Telaga Cibubur (Rhino - Kiri)

Jalannya Lomba

Lomba berlangsung menarik. Secara bertahap, ikan induk ukuran terberat naik perlahan-lahan. Sejak dimulai lomba final, cuaca sangat cerah bahkan cenderung sangat terik, beberapa pemancing terlihat terpaksa memakai payung. Nafsu makan ikan juga tergolong bagus, karena semua pemancing tidak ada yang kosong, semua pasti narik ikan. Berdasarkan pengamatan di tempat penimbangan, pada 2 jam pertama terdapat 2 lembar catatan yang berisi timbangan peserta. Dalam penggunaan umpan sangat bervariasi, namun didominasi penggunaan sagu dan pelet, hanya sedikit yang mencoba menggunakan lindung. Penggunaan essens juga lebih cenderung wangi bukan amis.

Juara I Lo Banteng

Posisi juara sudah muncul sejak awal, yakni pada dua jam pertama. Posisi juara satu sejak awal sudah didominasi lapak 56 dengan pemancing Lo Banteng. Ikan yang menjadi juara berukuran 11,05 Kg. Sebagai informasi ikan ukuran 10 dan 11 kg adalah ikan induk yang paling banyak, sedangkan ikan terberat di Telaga Cibubur berukuran 12 kg, Pertarungan sengit terjadi pada perebutan posisi 2 hingga 4, berkali-kali terjadi pergeseran. Sedangkan untuk kategori juara induk merah terberat juga terjadi saling tumpang tindih antara lapak 39 dengan lapak 33, serta lapak 45.

 

Para Juara Speed Grand Prix

Juara Speed Grand Prix I Telaga Cibubur :

  1. Lo Banteng lapak 56 dengan berat ikan 11,05 Kg
  2. Detol lapak 66 dengan berat ikan 10,65 Kg
  3. Mutiara hitam lapak 31 dengan berat ikan 10,15 kg
  4. Bejo lapak 43 dengan berat ikan 9,05 Kg
  5. Red Bugen vil lapak 45 dengan berat ikan 7,95 Kg.
  6. Mega Berem lapak 21, 6 kg up terbanyak sebanyak 28 ekor
  7. Detol lapak 66, 6 kg up terbanyak sebanyak 24 ekor

*FORTUNA

 

Mancing saat ini semakin hari semakin berkembang. Perubahan aturan, cara mancing, penetapan tiket, sistem mancing, terus mengalami perubahan. Semakin luasnya mancing, maka semakin banyak pemancing tumbuh. Pemancingan kolam saat ini tidak selalu didominasi oleh pemancingan ikan mas, kini peminat pemancingan lele, semakin menunjukkan kelasnya.

Beberapa waktu lalu pada bulan Maret 2018, FORTUNA berkunjung ke Pemancingan Galatama Lele BAS FISHING yang berlokasi di Jl. Raden Saleh, Sukmajaya, Depok 2 tengah. Pemancingan ini dekat dengan Studio Alam TVRI Depok. Sehingga siapapun tidak kesulitan dalam mencari alamat.

Saat itu FORTUNA bertemu pengelolanya, yakni Bambang Firzi Kurniawan yang biasa dipanggil Awan. Beliau merupakan anak dari H. Hayatim (pemilik BAS Fishing). Pemancingan ini sudah beberapa bulan dipegang olehnya. Kepada FORTUNA ia menuturkan bahwa Pemancingan Bas Fishing berulang tahun pada tanggal 25 Maret. Hingga tahun 2018 ini pemancingan berumur 2 tahun.

Memilih segmen mancing lele, hal ini dimulai dari sebuah rencana awal untuk mendirikan pemancingan keluarga, namun dalam masih proses pembuatannya, H. Hayatim selaku pemilik melakukan survei dan memantau kolam-kolam disekitar Jakarta Selatan. Kiblat dari situ, akhirnya dipilih mancing lele. Kalau ikan mas faktor yang paling susah adalah air. Dimana air yang baik harus selalu tersedia, sedangkan lokasi ini air bersih dan baik sangat susah. Kalau ikan mas biasanya pemancing akan mengeluarkan biaya yang sangat besar untuk mancing, untuk umpan saja ikan mas sangat mahal. Selain itu melihat banyak kolam disekitar Bas Fishing yang merupakan kolam ikan mas, akhirnya diputuskan untuk beda dengan memilih ikan lele.

Dari waktu ke waktu terus mengalami perubahan dan perbaikan. Awalnya memakai sistem korang, namun karena frekuensi mancing yang lama, maka ikan lele akan kelelahan dan pasti menderita jika harus selalu di korang, dan ini bisa menyebabkan kematian. Dan hingga kini tidak lagi diberlakukan sistem korang.

Harga tiket yang dikenakan sangat terjangkau. Untuk tiket hari biasa, dikenakan sebsar Rp. 50.000/2jam. Pemancingan buka setiap hari, kecuali hari senin libur khusus untuk perawatan, dan lomba biasa dimulai dari Pukul 14.00 s/d pukul 16.00 WIB, langsung berlanjut Pukul 16.00 s/d 18.00 WIB, ada jeda waktu untuk istirahat dan lomba dilanjutkan lagi pukul 20.00 s/d 22.00 serta pukul 22.00 s/d pukul 24.00. Sedangkan untuk paket ada pada hari Selasa dan Jumat malam dimulai dari pukul 20.00 s/d 23.00 (3 jam), dan 23.00 s/d 01.00, untuk hari minggu dimulai dari pukul 14.30 WIB.

Pertumbuhan pemancing disekitar kolam, bisa dikatakan sangat sedikit. Menurut Awan, justru pemancing dari luar yang sangat banyak datang. Seperti dari Cibinong, Cilangkap dan lain-lain. Pemancingan ini difasilitasi dengan Musholla, toilet, mess karyawan, kantor, toko pancing, wifi gratis dan kantin. Pemancingan ini ternyata tidak khusus untuk galatma lele saja, tapi juga ada kolam ikan mas borongan.

Pemancingan ini mempunyai luas  3000 m2 . Kedalaman kolam 1,5 m. Ikan saat ini paling kecil ukuran 2 kg dan paling besar berukuran 8 kg. Ikan rame dalam jumlah banyak dengan ukuran 2 sampai 4 kg, sedangkan ikan babon ukuran 5 sampai 8 kg.

Ikan tidak dikembangbiakan sendiri melainkan beli langsung dari produsen dan mencari yang ukuran besar. Untuk menjaga kesehatan ikan, selalu diadakan rotasi ikan induk. ”kami mempunyai 6 kolam penampungan, 1 untuk kolam ikan rame, dan sisanya untuk kolam ikan babon. Setiap saat selalu melakukan rotasi ikan induk, agar ikan sehat dan terjaga”, penjelasannya.

Dia juga menjelaskan walaupun sering dilakukan rotasi dan penggunaan mata kail tanpa rurit, tingkat kematian ikan perhari bisa 2-3 ekor. Hal ini sering diakibatkan penggunaan umpan yang tidak sesuai aturan. Oleh sebab itu panitia dan kedi sering memeriksa jenis umpan yang dipakai, jika melanggar maka umpan tersebut  diambil dan peserta didiskualifikasi.

Aturan yang diberlakukan dalam Bas Fishing adalah sebagai berikut : satu lapak berlaku satu joran, ikan wajib makan (kain berada dimulut ikan), Mata kail yang digunakan hanya 1 dan itu tanpa rurit ukuran nomor 6-7, pelampung dan glosoran (bebas), boleh nyiram dan ngebom namun tidak boleh berlebihan. Umpan yang dilarang adalah kroto, marus/darah, galang gatik, cacing sutra, cacing rambut, brownis, roti, telor ikan sapu-sapu, kremes chicken, gorengan, umpan busuk, umpan yang menggunakan sabun atau sunlight, amoy, kapas, belatung atau lintah. Untuk pengesahan ikan induk harus disahkan panitia yang disaksikan minimal 1 peserta.

Mengenai besar tiket, Awan menuturkan bahwa jarang mengenakan tiket besar, kalau pun pernah itu terjadi pada saat awal-awal pembukaan dengan hadiah motor. Lomba tersebut pernah diadakan selama 6 bulan begitu penuturannya.

Pada tanggal 25 Maret 2018 dilakukan lomba dalam rangka HUT Bas Fishing yang ke-2. Lomba tersebut mengenakan tiket Rp. 250.000. Dan jumlah peserta dibatasi hanya 60 lapak. Dan saat itu sudah ada 5 cadangan. Lomba tersebut memperebutkan 7 kategori juara, juara induk 1 hingga 4 dan juara total prestasi 4 hingga 7. Untuk memeriahkan lomba terdapat 60 ikan balap (peserta yang berhasil dapat ikan dalam kurun waktu tertentu akan mendapat hadiah), dimana setiap ekornya dihargai @ Rp. 10.000. Selain itu lomba juga mendapat dukungan sponsor dari essen pancing dan toko pancing 736. Lomba tersebut berdurasi 4 jam yang dimulai dari pukul 14.00 WIB dan berakhir pukul 18.00 WIB.

Pemancingan BAS Fishing juga ikut serta dalam suatu kompetisi berkelanjutan dengan sistem mencari tiket final. Lomba tersebut digagas oleh sebuah produk umpan pancing. Lomba diadakan sebanyak 10 kali putaran di 10 kolam yang berbeda. Lomba sudah dimulai sejak Februari dan final akan dilaksanakan pada pertengahan bulan Mei. Tiket yang dikenakan sangat terjangkau, yakni Rp. 100.000.

Untuk menjaga kondisi ikan, pemancingan Bas Fishing melakukan perawatan dengan meliburkan lomba pada hari senin. Disitu air akan dikuras sejak minggu malam dan senin pagi diisi kembali, ikan diberi obat dan vitamin.

Awan yang baru mengelola pada bulan Desember 2017 ini, menuturkan bahwa banyak perubahan yang dilakukan untuk kenyamanan dan kepuasan para pemancing. Karyawan juga ditambah hingga menjadi 10 orang untuk kolam. Parkir luas dan aman karena bekerjasama dengan warga setempat ”untuk parkir kami menyerahkan kepada RT dan RW setempat yang mengelola, biasanya pemasukan parkir masuk ke kas mereka.

Para Juara HUT ke-2 Bas Fishing

  1. Levin 3
  2. Balong Permai
  3. badruz
  4. Pajajar
  5. Total Prestasi I Copetong
  6. Total Prestasi II Centini
  7. Total Prestasi III Si abang

FORTUNA****

 

            Pemancingan Telaga Kencana genap berusia 4 tahun melayani pemancing. Dalam menapaki perjalanan 4 tahun itu, tentu banyak suka dan duka yang dihadapi oleh pemiliknya. Karena untuk mendirikan dan menjalankan sebuah pemancingan galatama eksekutif bukanlah sesuatu hal yang mudah.

            Tidak hanya asal mempunyai modal, lalu mendirikan sebuah pemancingan dan bisa berjalan dengan sukses. Karena kalau sudah disebut sebuah pemancingan galatama eksekutif, maka pemancingan itu, harus pula memiliki lapak yang memadai, ikan yang cukup, mulai dari ikan rame dan babon yang memadai di level 7 kg up.

 

Suasana Lomba HUT Ke-4 Telaga Kencana Malang

            Dan yang tak ketinggalan adalah sarana pendukung dari pemancingan, baik sarana pendukung langsung ke kolam maupun sarana  dan prasarana yang bisa memberi pelayanan langsung kepada pemancing. Dalam hal ini pemancingan Telaga Kencana telah memilikinya dan terus berbenah setiap saat.

            Sebagaimana pernah dialami semua pemilik pemancingan, pasti merasakannya, kematian ikan, mengalami banjir atau longsong, yang bisa  membuat sesak dada pemiliknya. Tentu saja Telaga Kencana tidak terlepas dari hal tersebut, dan menjadi barometer kokohnya sebuah pemancingan dan  ketangguhan pemiliknya.

Pengundian Lapak

            Ketika Ulang Tahun tiba, ada renungan menghitung waktu. Detik demi detik, melewati menit, dan menit melampaui jam, hari, bulan, tahun dan hingga dapat terlalu menjadi 4 tahun. 

            Kalau diibaratkan manusia, usia itu masih bayi. Tapi untuk menjadi usia 4 tahun adalah landasan untuk menempuh perjalanan berikutnya. Karena melalui usia balita tersebut menjadi modal menakar waktu betapa berharganya perjalanan yang bisa dilalui dengan baik.

 

Trophy Juara HUT Ke-4 Telaga Kencana Malang

Daerah Malang Dengan Tantangannya

            Setiap daerah memiliki tantangan dan kelebihannya untuk sebuah pemancingan. Pemancingan yang berlokasi di Perumahan Maliawan, Malang Jawa Timur itu, adalah salah satu lokasi yang penuh tantangan bagi pendirian sebuah Pemancingan Galatama eksekutif. Karena Malang adalah daerah dingin tapi berudara kering. Sebagaimana pernah diuraikan pemiliknya Bapak Ibnu, karena dinginnya udara di Malang, maka cenderung munculnya jamur yang sangat tidak menguntungkan bagi kesehatan ikan.

Panitia Lomba Telaga Kencana Malang

            Menurut Ibnu, air kolam yang dikelolanya juga sangat tinggi zat besinya. Sehingga dibutuhkan perawatan khusus air, agar ikan bisa bertahan hidup. Karakter cuaca malang juga telah menjadikan daerah Malang tidak cocok untuk pembesaran ikan. Jadi ikan yang ada di sana hanya untuk ikan konsumsi. Jadi untuk kebutuhan ikan kolam khususnya ikan babon harus mendatangkannya  dari luar kota.  Dimana dalam pengirimannya membutuhkan biaya yang tinggi dan perawatan yang cukup berat.  Sehingga harga ikan untuk ikan babon  untuk kebutuhan kolam sangat tinggi harganya.

            Ketika pemancingan ini mampu menjalani usia 4 tahun adalah sebuah prestasi yang  luar biasa dari pemiliknya untuk mengelolanya. Selamat Ulang Tahun yang ke-4 Pemancingan Telaga Kencana

 

Juara II HUT Telaga Kencana Malang

Jalannya Lomba

            Dalam rangka peringatan Ulang Tahun Pemancingan tersebut, diadakan lomba mancing yang diikuti para pemancing dari Seluruh Indonesia. Lomba  berlangsung dari pukul 15.00 WITA dan berakhir pukul 21.00 WITA.

            Lomba berlangsung seru, karena dalam pertarungan hingga akhir lomba, para peserta harus berjuang untuk menaikkan ikan dengan bobot 13 kg lebih. Hal ini merupakan pertarungan yang sangat melelahkan, ditengah gempuran-gempuran ikan-ikan babon yang tampak kelaparan melahap umpan.

            Ketika lomba memasuki pertarungan di level 10 kg para peserta masing-masing menilai bahwa pertarungan belum dimulai. Tapi ketika naik tangga di level 11 kg, tampak para pemancing mulai semakin fokus. Dan hasilnya ikan di level 11 kg memenuhi penimbangan sambung menyambung.

Neng Relika Juara I HUT Ke-4 Telaga Kencana Malang

Dan ketika pertarungan memasuki level 12 kg, para pemancing mulai makin serius untuk menaikkan level diatas 12 dengan harapan akan menjadi pemenang. Namun ketika panitia mengumumkan bahwa level lomba menembus 13.00 kg beberapa pemancing ada yang sudah mulai kendur. Namun pertarungan level 13 Kg ditutup di level 13,10 kg dengan susunan pemenang sebagai berikut :

  1. Juara 1 dari Lapak 34, Neng Relika  dengan berar ikan 13,10 kg
  2. Juara 2 dari Lapak 32 Hantu laut dengan berat ikan 13,00 kg
  3. Juara 3 dari Lapak 10  Walisongo dengan berat ikan 12, 55 kg
  4. Juara 4 dari Lapak 11 Abah Pendi dengan berat ikan 12, 40 kg
  5. Juara 5 dari Lapak 03 Meteor dengan berat ikan 12,35 kg

FORTUNA****

 

 

Mancing saat ini tidak lepas dari gaya hidup, dan bahkan banyak yang menjadikan mancing sebagai kebutuhan akan hiburan. Kegiatan mancing yang bisa menarik semua golongan ini menjadi salah satu alasan, kenapa saat ini semakin banyak event lomba mancing.

Pengundian Lapak dan Pemancing

Lomba mancing special kali ini diadakan di Pemancingan Telaga Joglo Teluk Jambe, Karawang. Lomba mancing tersebut merayakan hari ulang tahun PT. Putra Bintang Sembada yang ke-25. Perusahaan yang berkantor di Jati Mulya, Bekasi  ini bergerak dibidang Kontraktor, penyewaan alat berat, truk, dan lain sebagainya. Perusahaan ini berdiri 29 Juli 1993, perayaan baru bisa diadakan bulan September, karena bentrok dengan kegiatan-kegiatan utama perusahaan yang padat. Lomba mancing kali ini adalah salah satu rangkaian dari berbagai acara untuk memeriahkan dan memperingati hari ulang tahun perusahaan tersebut. Lomba mancing tersebut diadakan pada 2 September 2018. Lomba pada awalnya direncanakan dimulai pukul 12.00 WIB namun terpaksa mundur waktu pelaksanaan dikarenakan banyak pemancing yang belum hadir karena terkena macet.

Suasana Lomba HUT Ke-25 PT. PBS

PT. Putra Bintang Sembada merupakan salah satu perusahaan milik Pak H. Sarman yang juga pemilik pemancingan Telaga Joglo Teluk Jambe. Pak Sarman menjelaskan bahwa nama Putra Bintang Sembada dipilih sebagai nama perusahaan karena nama tersebut pemberian kakak dari H. Sarman.

Dia menuturkan bahwa banyak sekali suka duka selama 25 tahun berdirinya PT Putra Sembada. ”Lumayan berat segala aral dan rintangan yang dihadapi PT PBS, namun dengan modal berani, kerja keras, serta kejujuran semua bisa dilalui. Modal usaha awal itu tidak ada sama sekali, semua hanya berani dan jujur. Tidak mulus perjalanan. Yang menipu banyak, dan itu hal biasa, kedepannya harus hati-hati. Yang penting harus jujur adalah modal utama”, begitu penjelasan Pak Sarman menjelaskan secara singkat suka duka  PT PBS.

Lomba berlangsung meriah dan seru

Beberapa rangkaian acara dibuat untuk memeriahkan HUT PBS. Salah satunya diadakan acara syukuran bersama karyawan, doa Bersama, dan lomba mancing. ”karena 25 tahun bukan waktu yang sedikit, PT PBS bisa seperti saat ini karena karyawan, segala rangkaian acara, hadiah dan sebagainya, sebagai rasa syukur dan ucapan terima kasih atas loyalitas karyawan” begitu penjelasan Pak Sarman.

”lagipula sebagian besar peserta lomba adalah para owner dan rekanan PT PBS, pemancing galatama professional ada beberapa saja. Kenapa jadi lomba mancing yang diadakan, biar mereka bisa merasakan bagaimana enaknya mancing”, begitu tambah H. Sarman

Pembagian hadiah doorprize

Pak Sarman menyampaikan bahwa ”Motivasi yang ingin disampaikan ke semua karyawan, rekanan, dan pemancing, adalah kejujuran, kita harus tambah maju, tambah optimis, dan semakin loyal.” Begitu katanya.

Lomba mancing akbar ini dibanderol dengan tiket lengkap Rp. 16.000.000. Lomba berlangsung meriah dan seru. Keseruan terjadi bukan hanya karena tingkat kompetitif yang tinggi antar para pemancing, tapi juga karena banyak doorprize dan juga candaan- candaan yang spontan membuat suasana riuh dan tidak tegang. Doorprize berupa 9 kaos eksekutif, dan 4 televisi, selain itu peserta mendapat hadiah dari sponsor.  

Peserta yang mengikuti lomba dibatasi hanya 40 lapak dan semua lapak terisi penuh. Sebagian besar lapak diisi dari mitra dan owner rekanan PT. PBS, sisanya adalah peserta galatama professional. Ada juga acara potong kue, syukuran, doa Bersama pada hari sebelumnya, serta bagi-bagi hadiah ke karyawan yang dihadiri sekitar 700 karyawan.

Lomba akbar ini melakukan persiapan selama 1 bulan, dan selama 2 hari sebelum lomba diliburkan. Hal ini dilakukan untuk penambahan ikan super dan perawatan kolam. Seperti biasa, untuk lomba-lomba atau even besar ada penambahan ikan super, sebagian besar ikan super diturunkan dalam kolam. Pada lomba saat itu ikan paling berat berukuran 14 Kg sebanyak 3 ekor, 13 Kg 6 ekor.

Panitia Lomba Telaga Joglo

Lomba juga didukung oleh sponsor PT. Putra Bintang Sembada, PT. Putra Bintang Prapastyo, Gudang garam Merah, Le’minerale, The Pucuk Harum, Swiss-bellinn Karawang, Dilham Racing, PT SAT, dan PT SEU.  Aturan yang digunakan masih sama seperti aturan lomba biasa ada di Pemancingan Telaga Joglo, hanya ada satu aturan yang ditiadakan untuk hari ini yakni untuk larangan melempar jarak 3 m diperbolehkan.

Pak H. Sarman menyerahkan Trophy Juara I ke Singo Edan

Hadiah lomba cukup besar dan banyak, yakni ada 7 kategori juara utama yang terdiri juara induk 1 hingga 5, Juara 6 dan 7 point 7 Kg up utara dan selatan, serta kategori juara ekstra merah dan ekstra hitam dan SS.

Para Juara HUT Ke-25 PT .PBS

Para Juara :

  1. Singo Edan Lapak 39 berat ikan 12,7 kg
  2. SAT Lapak 18 berat ikan 12,5 Kg
  3. Pancasona Lapak 03 berat ikan 11,95 kg
  4. Raisa Meli lapak 12 Berat Ikan 11,45 kg
  5. Qiu-Qiu lapak 21 berat ikan 10,9 kg
  6. Point 7 kg up Utara didapat Raisha Lapak 12 dan Bang Beno Lapak 16 sebanyak 16 ekor
  7. Point 7 kg up Selatan didapat Singo Edan lapak 39 sebanyak 14 ekor.

*FORTUNA

invisible hit counter